Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Sektor Pertanian Raup Ekspor Rp167 Triliun, Pemerintah Wanti-Wanti Pengusaha Tak Rugikan Petani

Sektor Pertanian Raup Ekspor Rp167 Triliun, Pemerintah Wanti-Wanti Pengusaha Tak Rugikan Petani Kredit Foto: Kementan

Sebelumnya, Kementan dengan tegas menuntut seluruh pabrikan kelapa sawit untuk segera menyesuaikan tarif beli mereka kepada para pekebun. Menurut Amran, ada 15 juta petani yang mengalami kerugian karena anomali harga beli TBS oleh para pengusaha.

"Jadi minimal sama dengan (harga) seperti semula dan ada kurang lebih 270 sampai 300 perusahaan yang belum menaikkan harga dan kami akan kirim langsung tembusan ke Pak Kapolri, Pak Kapolda, dan kepada Dirkrimsus untuk ditindaklanjuti," katanya.

Tingginya nilai konversi mata uang global saat ini dinilai mutlak menjadi keuntungan yang harus segera dieksekusi tanpa penundaan. 

"Bahkan harusnya naik 10% daripada harga sebelumnya karena ada selisih nilai dolar sekarang Rp18.000," tegas Amran. 

Pertemuan strategis dengan para pemangku kepentingan industri ini akhirnya membuahkan pakta kesepahaman untuk segera memulihkan patokan harga kelapa sawit. 

"Oke, kita sepakat semua, tidak ada satupun yang menolak, ketua asosiasinya, perusahaannya hadir, pengusahanya hadir, eksportirnya hadir, semua sepakat harga kembali seperti semula," lugas Amran.

 Baca Juga: Amran Murka! Harga Sawit Turun Saat Dolar Naik, Minta TBS Naik 10 Persen

Baca Juga: Era Baru Energi: 100% Bensin & Solar dari Sawit Mulai Juli 2026

Menteri Pertanian juga memastikan bahwa ketegasan sikap pemerintah ini merupakan terjemahan langsung dari instruksi kepala negara. 

"Harga TBS harus naik seperti semula, bahkan naik 10% dari harga semula," ungkap Amran.

Halaman:

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Muhammad Farhan Shatry
Editor: Annisa Nurfitri