Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta pelaku pasar dan investor untuk tidak menelan mentah-mentah berbagai ajakan atau narasi “sell Indonesia” yang belakangan muncul di tengah tekanan pasar keuangan domestik.
OJK menilai keputusan investasi harus didasarkan pada analisis fundamental dan informasi yang kredibel, bukan sentimen atau rumor yang belum tentu dapat dipertanggungjawabkan.
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan kondisi fundamental ekonomi Indonesia masih tetap terjaga sehingga investor perlu melihat situasi secara lebih jernih dan rasional.
“Gini loh teman-teman, kan kita sendiri tinggal di Indonesia. Kita lihat juga bagaimana Indonesia ini secara fundamental sebetulnya kita lihat baik ya,” kata Friderica saat menjawab pertanyaan terkait dampak global dan munculnya ajakan “sell Indonesia”, Selasa (10/6/2026).
Menurut Friderica, investor perlu berhati-hati terhadap berbagai rekomendasi maupun ajakan yang beredar di pasar karena tidak selalu mencerminkan tindakan yang sebenarnya dilakukan pihak yang menyampaikan pandangan tersebut.
“Kalau ada ajakan-ajakan seperti itu jangan ditelan mentah-mentah. Karena kita enggak tahu ya, kadang-kadang orang sudah banyak loh misalnya sell, ternyata dia di belakang melakukan hal yang sebaliknya. Atau orang rekomendasi sesuatu, ternyata sebaliknya,” ujarnya.
OJK menilai pengambilan keputusan investasi harus dilakukan secara objektif dengan mempertimbangkan kondisi fundamental ekonomi, prospek usaha, serta informasi yang dapat diverifikasi.
Friderica juga mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas dan kepercayaan terhadap pasar keuangan nasional di tengah meningkatnya ketidakpastian global.
“Kita harus lebih rasional untuk segala ajakan-ajakan seperti itu,” katanya.
Baca Juga: Purbaya Tepis Narasi 'Sell Indonesia', Sebut Fiskal dan Ekonomi RI Tetap Kuat
Baca Juga: Saham Himbara Bakal di Buyback, OJK Ingatkan Maksimal 20% Modal Disetor
OJK menegaskan bahwa kondisi ekonomi Indonesia tetap perlu dilihat secara menyeluruh berdasarkan data dan fundamental yang ada. Regulator juga mengingatkan agar masyarakat tidak ikut menyebarkan informasi atau rumor yang dapat memperburuk sentimen pasar tanpa dasar yang jelas.
“Kita sayang sama Indonesia, kita cintai negara kita dengan melihat segala sesuatu dengan lebih jernih. Salah satu bentuk kita mencintai negara kita, sama-sama kita menjaga situasi saat ini, jangan menambah dengan rumor-rumor yang tidak bertanggung jawab,” ujar Friderica.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: