Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Ekonomi RI Tumbuh 5%, Mengapa 10 Juta Orang Justru Keluar dari Kelas Menengah?

Ekonomi RI Tumbuh 5%, Mengapa 10 Juta Orang Justru Keluar dari Kelas Menengah? Kredit Foto: Sufri Yuliardi

Meski demikian, sektor tersebut masih tumbuh secara terfragmentasi dan belum memberikan dampak signifikan terhadap penguatan daya tahan ekonomi masyarakat.

Nur mencontohkan pangsa pasar perbankan syariah yang masih berada di kisaran 7%-8% setelah berkembang lebih dari tiga dekade. Sementara pasar modal syariah masih bergerak mengikuti siklus pasar modal konvensional.

Selain itu, potensi zakat nasional yang diperkirakan mencapai Rp327 triliun per tahun baru berhasil dihimpun sekitar Rp50 triliun atau sekitar 15% dari total potensinya.

“Ekonomi dan keuangan syariah masih relatif kecil, terfragmentasi, dan ikut bergejolak sehingga belum mampu menjadi peredam yang sistemik,” katanya.

Baca Juga: ​Prabowo Mengaku Terpukul: Ekonomi Tumbuh 35 Persen, tapi Kelas Menengah Turun dan Kemiskinan Naik

Baca Juga: Defisit Rp2 Triliun per Bulan, INDEF: Suntikan Dana Tak Cukup Selamatkan Keuangan BPJS Kesehatan

Karena itu, INDEF mendorong transformasi ekonomi syariah agar tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan aset, tetapi juga mampu memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat, terutama kelompok kelas menengah rentan dan pelaku UMKM.

“Keberhasilan ekonomi syariah bukan diukur dari seberapa besar asetnya, tetapi dari seberapa besar kemampuannya menjaga ekonomi masyarakat. Jika ekonomi syariah mampu menjadi perban saat masyarakat mengalami tekanan ekonomi, maka ekonomi syariah tidak hanya relevan bagi umat Islam, tetapi juga relevan bagi seluruh masyarakat Indonesia,” tutup Nur.

Halaman:

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Annisa Nurfitri