Kredit Foto: Antara/Maulana Surya
Karena itu, pemerintah diminta memastikan ketersediaan BBM subsidi tetap terjaga guna menghindari potensi lonjakan permintaan, panic buying, maupun gangguan pasokan di SPBU.
Selain menjaga pasokan, INDEF juga mendorong percepatan reformasi subsidi energi agar lebih tepat sasaran. Abra menyoroti masih besarnya porsi subsidi BBM yang dinikmati kelompok masyarakat berpenghasilan tinggi.
"Sebanyak 36% subsidi dan kompensasi BBM masih dinikmati oleh tiga kelompok masyarakat teratas. Ini menjadi persoalan serius yang harus diselesaikan," ujarnya.
INDEF juga meminta pemerintah membuka formula harga BBM secara lebih transparan agar masyarakat memahami faktor-faktor yang memengaruhi perubahan harga. Selain itu, implementasi subsidi tepat sasaran dinilai perlu dipercepat melalui penyempurnaan regulasi penerima BBM bersubsidi.
Baca Juga: Huru-Hara Pertamax Naik! Bos Pertamina Ikut Bersuara, Kenapa BBM Tiba-Tiba Melonjak?
Baca Juga: Pertamina Klaim Tetap Jaga Daya Beli Meski Pertamax Naik, Gejolak Global Jadi Pemicunya
Di tengah tekanan harga energi, pemerintah juga didorong memberikan dukungan bagi kelompok kelas menengah melalui peningkatan subsidi transportasi publik maupun stimulus bagi pekerja dengan tingkat pendapatan yang mendekati upah minimum.
"Peran negara ataupun jaminan negara terhadap BBM subsidi ini harus bisa dipastikan ke masyarakat," tegas Abra.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: