Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

CBG dari Limbah Sawit Jadi Andalan PLN EPI Tekan Emisi dan Kurangi Ketergantungan LNG

CBG dari Limbah Sawit Jadi Andalan PLN EPI Tekan Emisi dan Kurangi Ketergantungan LNG Kredit Foto: PLN EPI

Menurut Hokkop, proyek percontohan di Belawan akan menjadi model awal integrasi biomethane ke dalam sistem ketenagalistrikan nasional. Selain menekan emisi, skema cofiring memungkinkan pemanfaatan infrastruktur pembangkit gas yang telah tersedia sehingga peningkatan bauran energi terbarukan dapat dilakukan tanpa pembangunan pembangkit baru dalam skala besar.

PLN EPI juga menghitung potensi pengembangan CBG secara nasional masih sangat besar. Dari total kapasitas pembangkit berbasis gas sebesar 18,4 gigawatt (GW), kebutuhan CBG untuk skema cofiring 2,5 persen diperkirakan mencapai sekitar 60.000 MMBTUD dengan melibatkan sekitar 200 pabrik kelapa sawit.

Potensi tersebut diperkirakan mampu mengurangi emisi hingga 14 juta ton CO2e. Selain itu, berdasarkan simulasi PLN EPI, satu proyek CBG dapat menghasilkan nilai ekonomi mencapai Rp1,7 triliun dengan potensi pengurangan emisi sekitar 700 ribu ton CO2e.

PLN EPI menargetkan pengembangan bisnis CBG secara bertahap hingga 2030. Kapasitas produksi CBG ditargetkan meningkat dari 1.000 MMBtu pada 2026 menjadi 2.957 BBTU pada 2030, didukung pembangunan tiga fasilitas CBG untuk memasok kebutuhan pembangkit dan mendukung program dedieselisasi nasional.

"Bioenergi menjadi jembatan antara transisi energi, ketahanan energi, dan ekonomi kerakyatan. Limbah yang selama ini menjadi sumber emisi dapat diubah menjadi sumber energi yang bernilai tambah sekaligus memperkuat kemandirian energi nasional," kata Hokkop.

Halaman:

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra