Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Dosen UGM Bela Mahasiswa: Budiman Bilang Dialog dengan Santun, Memang Pemerintah Sudah Santun dan Dialogis? Ketika UU Ditelikung

Dosen UGM Bela Mahasiswa: Budiman Bilang Dialog dengan Santun, Memang Pemerintah Sudah Santun dan Dialogis? Ketika UU Ditelikung Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Akademisi dan dosen Ilmu Sosiologi Universitas Gadjah Mada (UGM) A.B. Widyanta meminta pemerintah jangan bermain playing victim dan seolah sedang menjadi korban ketika membuka diri untuk diajak berdialog mengenai persoalan kemiskinan dan ketimpangan ekonomi saat ini.

Hal itu dikatakannya menanggapi pernyataan Kepala Badan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko yang menyebut mahasiswa UGM menggeruduk acara yang menghadirkan tiga pejabat di Joglo Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM, Senin (15/6) malam.

"Ini (kemarahan mahasiswa-red) itu bagian dari kulmniasi dari sumbatan bagian keresahan masyarakat yang tidak didengar oleh pemerintah, ini acara adalah monolog dari pemerintah. Budiman minta santun dan dialogis, apakah pemerintah sudah dialogis dan santun? ketika UU ditelikung sehari jadi?," kata AB Widyanta.

Sebelumnya, Budiman Sudjatmiko menyesalkan pembubaran forum diskusi di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, yang dilakukan sekelompok mahasiswa pada Senin (15/6/2026) malam.

Menurut Budiman, forum tersebut seharusnya dapat menjadi ruang dialog yang sehat antara pemerintah dan kalangan akademisi.

"Seharusnya kita bisa berdialog dengan sehat dan lancar. Saya mau kok berdiskusi dengan mahasiswa. Tapi sayangnya kondisinya sudah tidak kondusif," kata Budiman.

Meski demikian, Budiman menegaskan insiden tersebut tidak akan menghentikan upaya pemerintah untuk berdialog dengan masyarakat, termasuk mahasiswa. Ia mengaku telah melaporkan kejadian tersebut kepada Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan ajudan Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Budiman, arahan yang diterimanya adalah tetap melanjutkan sosialisasi dan penjelasan mengenai berbagai program pemerintah kepada publik.

"Sudah kita sampaikan kepada ajudan beliau. Bapak Seskab juga, ya. Jalan terus, jalan terus, jangan takut, jalan terus. Terangkan, karena kita berada di program yang benar, jalan yang benar," ujarnya.

Budiman menambahkan pemerintah menyadari masih banyak program yang belum dipahami secara utuh oleh masyarakat sehingga diperlukan ruang dialog yang lebih luas.

"Jalan terus, artinya jangan pernah takut. Dan kami memang sudah meniatkan diri bahwa banyak hal yang sebenarnya belum tersampaikan dengan baik dan kami harus dialogkan," katanya.

Sebelumnya, ratusan mahasiswa menggeruduk forum diskusi yang berlangsung di Joglo Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM, Yogyakarta, Senin malam. Acara tersebut menghadirkan Budiman Sudjatmiko, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid, serta Wakil Menteri Pertanian Sudaryono sebagai pembicara.

Diskusi awalnya berlangsung lancar. Namun situasi berubah ketika sejumlah mahasiswa naik ke atas panggung dan membentangkan spanduk penolakan terhadap para pejabat yang hadir.

Ketegangan meningkat hingga forum dihentikan. Dalam insiden tersebut juga terjadi pelemparan gelas plastik di dalam ruangan. Ketiga pejabat kemudian dievakuasi keluar gedung, namun ratusan mahasiswa menghadang mereka di area luar GIK UGM.

Nusron Wahid dan Sudaryono sempat mencoba berdialog dengan massa mahasiswa. Namun pembicaraan tidak mencapai titik temu. Saat keduanya meninggalkan lokasi dengan pengawalan petugas keamanan, sempat terjadi aksi saling dorong antara mahasiswa dan aparat.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat