Kredit Foto: PDIP
Tudingan bahwa PDI Perjuangan (PDIP) berada di balik gelombang demonstrasi mahasiswa dan aksi massa yang belakangan muncul di sejumlah daerah kembali mencuat ke ruang publik.
Sorotan bahkan mengarah pada sejumlah nama yang disebut-sebut memiliki kedekatan dengan partai berlambang banteng tersebut. Namun, PDIP menepis seluruh tudingan itu.
Ketua DPP PDIP, Said Abdullah, menegaskan partainya tidak terlibat dalam aksi demonstrasi apa pun, termasuk unjuk rasa yang digelar mahasiswa dan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) di kawasan Bundaran HI, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Menurut Said, sikap tersebut merupakan arahan langsung dari Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.
"Sesuai dengan perintah Ibu Ketua Umum, terhadap berbagai demonstrasi, baik akhir Agustus yang lalu maupun turunnya adik-adik mahasiswa, tidak ada sama sekali keterlibatan dari PDIP," kata Said di kompleks parlemen, Rabu (17/6).
Pernyataan itu sekaligus menjawab berbagai spekulasi yang muncul setelah sosok Andi Widjajanto disebut terlihat berada di sekitar lokasi demonstrasi di kawasan Bundaran HI pada Jumat (12/6) lalu.
Meski keberadaan Andi menjadi sorotan, Said meminta publik tidak buru-buru mengaitkannya dengan sikap resmi partai. Ia menegaskan keberadaan seseorang di lokasi aksi tidak bisa dijadikan dasar bahwa PDIP terlibat dalam pengorganisasian demonstrasi.
Baca Juga: Diserang Mahasiswa, Gibran Tak Goyah: MBG dan Kopdes Merah Putih akan Dibenahi
"Termasuk ketika termonitor oleh berbagai pihak, keikutsertaan atau jalan-jalan yang terlihat seperti Andi Widjajanto, itu sama sekali tidak boleh ditafsirkan bahwa itu adalah PDI Perjuangan," ujarnya.
Tak hanya itu, Said juga membantah keras anggapan bahwa PDIP berada di balik berbagai kritik tajam yang dilontarkan mantan Ketua BEM Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto.
Belakangan, muncul narasi yang menghubungkan Tiyo dengan PDIP karena adanya hubungan keluarga dengan kader partai tersebut. Namun, Said menilai tuduhan semacam itu terlalu dipaksakan dan tidak memiliki dasar yang kuat.
"Kalau Tiyo ada besanan, ada famili, itu kan tidak pada tempatnya kita mempermasalahkan kedekatan kekeluargaan. Akan tetapi kalau itu dikait-kaitkan, menurut hemat saya, sangat tidak make sense sama sekali," ucapnya.
Menurut Said, mahasiswa memiliki independensi dan kebebasan berpikir sehingga tidak bisa dengan mudah diarahkan oleh pihak mana pun. Karena itu, tuduhan bahwa PDIP menggerakkan mahasiswa untuk turun ke jalan dianggapnya tidak masuk akal.
Baca Juga: PDIP Minta MBG Disetop Dulu, Pemborosan Rp1 Triliun hingga Kasus Keracunan Disorot!
Ia juga menegaskan bahwa PDIP tidak pernah menggunakan cara-cara seperti mengorganisasi massa untuk kepentingan politik tertentu.
"Saya pastikan dan saya jamin bahwa PDI Perjuangan tidak akan pernah terlibat dengan cara-cara yang seperti itu," tegas Said.
Bagi PDIP, demonstrasi merupakan bagian dari kebebasan berpendapat yang dijamin dalam sistem demokrasi. Namun, partai menegaskan bahwa aksi-aksi tersebut bukanlah bagian dari strategi ataupun agenda politik yang mereka jalankan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: