Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

IHSG Merah Usai BI Rate Naik, Saham Big Bank Jadi Beban Utama

IHSG Merah Usai BI Rate Naik, Saham Big Bank Jadi Beban Utama Kredit Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Warta Ekonomi, Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,78% atau 48,40 poin ke level 6.172,34 pada perdagangan Kamis (18/6/2026), setelah pasar mencerna keputusan Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan serta penetapan jajaran direksi baru Bursa Efek Indonesia (BEI). Pelemahan indeks terutama dipicu tekanan pada saham-saham perbankan berkapitalisasi besar yang menjadi penopang utama indeks.

Data perdagangan menunjukkan saham-saham bank jumbo menjadi kontributor utama penurunan IHSG. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 3,19% ke level 6.075 dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp741 triliun. Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) melemah 3,90% ke level 2.960 dengan kapitalisasi pasar Rp444 triliun.

Sementara itu, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) turun 0,45% ke level 4.470. Tekanan juga terjadi pada saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) yang merosot 6,08% ke level 2.780.

Pelemahan saham-saham berkapitalisasi besar tersebut mengimbangi penguatan sejumlah emiten energi dan komoditas. Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) naik 2,14% ke level 3.820 dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp511 triliun.

Di kelompok saham dengan nilai transaksi terbesar, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menjadi pemimpin dengan kenaikan 6,27% ke level 2.120. Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) juga menguat 7,53%, sementara PT Darma Henwa Tbk (DEWA) naik 6,70%.

Meski indeks ditutup di zona merah, aktivitas perdagangan relatif ramai. Nilai transaksi mencapai Rp17,95 triliun dengan volume perdagangan 23,68 miliar saham dan frekuensi transaksi sebanyak 1,77 juta kali.

Sebanyak 271 saham menguat, 445 saham melemah, dan 243 saham bergerak stagnan.

Secara sektoral, tekanan terbesar berasal dari sektor infrastruktur yang turun 1,96%, diikuti sektor keuangan yang melemah 1,32% dan sektor kesehatan yang terkoreksi 1,07%.

Sebaliknya, sektor barang baku menjadi penopang pasar dengan kenaikan 2,49%, disusul sektor konsumer siklikal yang naik 0,47%, sektor transportasi 0,29%, serta sektor energi yang menguat 0,12%.

Baca Juga: Tunggu Putusan MSCI, IHSG Tergelincir 1,06% ke Level 6.154

Baca Juga: Tok! Suku Bunga Acuan BI Naik Lagi 25 Bps Jadi 5,75% di Juni 2026

Pelemahan IHSG terjadi setelah pasar mencerna sejumlah sentimen penting, termasuk keputusan Bank Indonesia terkait suku bunga acuan dan penetapan susunan direksi baru BEI periode 2026-2030 oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Di sisi lain, pelaku pasar juga masih menunggu hasilĀ MSCI Global Market Accessibility Review yang dijadwalkan diumumkan pada 19 Juni 2026 waktu Indonesia. Review tersebut menjadi perhatian investor karena akan menentukan penilaian aksesibilitas pasar Indonesia serta menjadi salah satu faktor yang memengaruhi persepsi investor global terhadap pasar modal domestik.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Annisa Nurfitri