Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Nilai Ekonomi Digital RI Tembus US$99 Miliar, Meutya Tak Rela Jika Dinikmati Negara Lain

Nilai Ekonomi Digital RI Tembus US$99 Miliar, Meutya Tak Rela Jika Dinikmati Negara Lain Kredit Foto: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti

Dalam kesempatan tersebut, Meutya juga menyoroti kecenderungan Indonesia yang masih lebih banyak berperan sebagai pengguna teknologi digital dibandingkan sebagai pemilik dan pengembang ekosistem digital secara menyeluruh.

Ia menjelaskan penguatan ekonomi digital harus dilakukan pada seluruh lapisan ekosistem, mulai dari infrastruktur fisik seperti jaringan telekomunikasi, menara telekomunikasi, dan pusat data (data center), hingga infrastruktur virtual seperti cloud, perangkat lunak, dan platform digital.

"Kecenderungannya, kita hanya mengadopsi the very top layer. Kita semua menjadi pengguna apps. Tingkat adopsi AI di Indonesia termasuk yang tertinggi, tetapi sebagian besar masih sebatas penggunaan, belum banyak yang mendorong produktivitas," ungkapnya.

Menurut Meutya, Indonesia perlu memperkuat penguasaan seluruh rantai nilai ekonomi digital agar manfaat ekonomi yang dihasilkan tetap berada di dalam negeri sekaligus meningkatkan produktivitas nasional.

Baca Juga: Komdigi Ungkap Screen Time Anak Indonesia Capai 7,5 Jam

Baca Juga: Komdigi Pastikan Layanan Telekomunikasi Sumatra Pulih 100% usai Blackout PLN

Dalam forum DEAL 2026, pemerintah juga mengajak industri, asosiasi, pemerintah daerah, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun ekosistem digital nasional.

Meutya menegaskan transformasi digital harus dilakukan secara gotong royong dan tidak dapat dijalankan secara sendiri-sendiri.

"Gotong royong juga diperlukan dalam membangun ekosistem digital. Jika kita berjalan sendiri-sendiri, ekosistem digital bisa tumpang tindih dan pertumbuhan ekonomi yang diharapkan belum tentu tercapai," katanya.

Halaman:

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Annisa Nurfitri