- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
BEI Kebanjiran IPO, Kaesang hingga Jejak Prajogo Pangestu Warnai Antrean Emiten Baru
Kredit Foto: Istimewa
JEC Menjadi IPO Terbesar dalam Antrean
Dari sisi nilai emisi, PT Nitrasanata Dharma Tbk, operator jaringan rumah sakit dan klinik mata JEC, menjadi calon emiten dengan target penghimpunan dana terbesar dalam gelombang IPO kali ini.
Perseroan menawarkan sebanyak-banyaknya 487,98 juta saham yang terdiri atas 325,32 juta saham baru dan 162,66 juta saham divestasi milik pemegang saham eksisting. Jumlah saham yang ditawarkan setara 15% dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO.
Dengan kisaran harga Rp1.200-Rp1.400 per saham, nilai penawaran umum mencapai maksimal Rp683,18 miliar. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp455,45 miliar berasal dari penerbitan saham baru dan Rp227,73 miliar berasal dari saham divestasi.
Perseroan menjadwalkan pencatatan saham di BEI pada 7 Juli 2026.
INACO dan Bach Multi Global Bidik Dana Ratusan Miliar Rupiah
Dari sektor konsumer, PT Niramas Utama Tbk, produsen makanan dan minuman penutup dengan merek INACO, menawarkan sebanyak-banyaknya 350 juta saham baru atau 25,93% dari modal setelah IPO.
Perseroan menetapkan kisaran harga penawaran Rp900-Rp1.120 per saham sehingga berpotensi menghimpun dana hingga Rp392 miliar. Saham perseroan dijadwalkan tercatat di BEI pada 7 Juli 2026.
Pada saat yang sama, PT Bach Multi Global Tbk yang bergerak di bisnis penjualan dan penyewaan genset serta jasa konstruksi dan pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi menawarkan 615 juta saham baru atau 15,06% modal setelah IPO.
Dengan kisaran harga Rp400-Rp500 per saham, perseroan berpotensi menghimpun dana Rp246 miliar hingga Rp307,5 miliar.
Prospektus juga mengungkap adanya perjanjian opsi yang berpotensi mengubah struktur pengendalian perseroan setelah IPO. Setelah transaksi opsi diselesaikan, PT Global Telekomunikasi Prima diproyeksikan menguasai 51% saham perusahaan.
Saham Bach Multi Global dijadwalkan tercatat di BEI pada 7 Juli 2026.
Sektor Kesehatan Turut Diramaikan Esa Medika
Selain PRDL dan JEC, sektor kesehatan juga diramaikan oleh PT Esa Medika Mandiri Tbk.
Perusahaan distribusi alat laboratorium, alat farmasi, dan alat kedokteran tersebut menawarkan sebanyak-banyaknya 522,86 juta saham baru atau setara 30% modal setelah IPO.
Dengan kisaran harga Rp446-Rp515 per saham, perseroan berpotensi menghimpun dana hingga Rp269,27 miliar. Selain itu, perseroan mengalokasikan maksimal 10% saham yang ditawarkan untuk program Employee Stock Allocation (ESA).
Saham Esa Medika dijadwalkan tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 8 Juli 2026.
Dengan antrean enam calon emiten tersebut, pasar akan kedatangan perusahaan dari berbagai sektor dengan total potensi penghimpunan dana lebih dari Rp2,14 triliun dalam rentang waktu kurang dari dua pekan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri