Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

ABI Dorong Masyarakat Waspada Penipuan Digital dan Kejahatan Siber

ABI Dorong Masyarakat Waspada Penipuan Digital dan Kejahatan Siber Kredit Foto: Wafiyyah Amalyris K
Warta Ekonomi, Jakarta -

Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap penipuan digital dan kejahatan siber di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Ajakan tersebut disampaikan dalam Festival Aman Digital 2026 yang diselenggarakan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) di Balai Kota Jakarta.

Festival yang berlangsung pada Kamis, 18 Juni 2026, mengusung tema "Kolaborasi Lintas Sektor Guna Mensukseskan Literasi Keamanan Siber Nasional". Kegiatan ini mempertemukan pemerintah pusat, pemerintah daerah, regulator, pelaku industri, dan komunitas untuk membahas berbagai ancaman siber yang semakin kompleks.

Direktur Operasi Keamanan dan Pengendalian Informasi BSSN, Satryo Suryantoro, mengatakan peningkatan literasi keamanan siber membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, pemerintah, aparat penegak hukum, dunia pendidikan, dunia usaha, media, hingga masyarakat memiliki peran penting dalam membangun ekosistem digital yang aman.

"Keberhasilan literasi keamanan siber tidak dapat diwujudkan oleh satu institusi saja," ujar Satryo.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi DKI Jakarta, Marulina Dewi, menilai ancaman siber kini tidak hanya menyerang sistem teknologi, tetapi juga memanfaatkan kelemahan manusia melalui social engineering, kebocoran data pribadi, hingga penyebaran disinformasi.

Sementara itu, perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang juga tergabung dalam Satgas PASTI, Daniel Apriandi, mengungkapkan kelompok usia 25 hingga 49 tahun menjadi sasaran utama pelaku penipuan digital. Menurutnya, kelompok usia tersebut paling aktif melakukan transaksi digital sehingga lebih rentan terhadap serangan phishing maupun social engineering yang kini semakin canggih dengan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi deepfake.

Dari pihak ABI, Public Policy & Government Relations Manager PINTU sekaligus perwakilan ABI, Deny Giovanno, mengatakan pihaknya terus mendorong peningkatan literasi keamanan siber melalui berbagai program edukasi, termasuk Bulan Literasi Kripto (BLK) yang rutin diselenggarakan sejak 2023.

"Berbagai inisiatif program literasi dan edukasi yang kami galakkan ini merupakan komitmen kami untuk meningkatkan kritisisme masyarakat Indonesia dalam menghadapi berbagai bentuk penipuan di era digital," kata Deny.

Festival Aman Digital 2026 juga dihadiri perwakilan BCA, Indonesia Women in Cybersecurity, serta berbagai instansi lainnya. ABI menyebut keikutsertaannya dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap upaya nasional meningkatkan literasi keamanan siber, khususnya di sektor aset kripto dan teknologi blockchain.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat