Kemhan Evaluasi Total Latsarmil Usai 3 Calon Manajer Koperasi Merah Putih Meninggal, Penyebabnya Terungkap
Kredit Foto: Istimewa
Kementerian Pertahanan (Kemhan) memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Latihan Dasar Militer (Latsarmil) setelah tiga calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) meninggal dunia selama mengikuti pendidikan.
Langkah evaluasi itu mencakup seluruh aspek penyelenggaraan program, mulai dari mekanisme seleksi kesehatan, pengawasan medis selama pelatihan, penanganan peserta dengan kondisi kesehatan tertentu, hingga sistem komunikasi dan pelaporan.
Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menegaskan keselamatan peserta menjadi perhatian utama pemerintah dalam penyelenggaraan program tersebut.
"Kementerian Pertahanan menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan peserta merupakan prioritas utama dalam penyelenggaraan program. Setiap masukan, evaluasi, dan pembelajaran dari pelaksanaan kegiatan akan menjadi dasar penyempurnaan program ke depan agar berlangsung semakin baik, aman, profesional, dan akuntabel," ujar Rico dalam keterangan resminya.
Di tengah evaluasi tersebut, Kemhan juga mengungkap penyebab meninggalnya ketiga peserta yang berasal dari kondisi medis berbeda berdasarkan hasil pemeriksaan tenaga kesehatan.
Peserta pertama bernama Anisa Muyassaroh yang mengikuti pendidikan di Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman, Balikpapan, dilaporkan mengalami gangguan kesehatan pada 18 Juni 2026 sebelum akhirnya meninggal dunia akibat heat stroke.
Korban kedua, Yonanda Muhammad Taufiq, menjalani pendidikan di Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja dan mengalami penurunan kondisi kesehatan pada 17 Juni 2026 sebelum dinyatakan meninggal akibat cardiac arrest atau henti jantung.
Sementara itu, peserta ketiga Novia Rahmadhani Sihotang yang mengikuti Program SPPI KNMP Tahun 2026 di Satdik Pusbahasa Kodiklatau, Jakarta, meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di RSAU dr. Esnawan Antariksa.
Rico menjelaskan hasil pemeriksaan medis menunjukkan kondisi kesehatan Novia berkaitan dengan penyakit tuberkulosis (TB).
Kemhan menegaskan ketiga peserta sebenarnya telah melewati seluruh tahapan seleksi sebelum mengikuti Latsarmil, termasuk pemeriksaan kesehatan yang menjadi syarat wajib.
"Perlu disampaikan bahwa sebelum mengikuti program, peserta telah melalui tahapan seleksi sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk pemeriksaan kesehatan, dan dinyatakan memenuhi persyaratan untuk mengikuti pendidikan," kata Rico.
Baca Juga: Skandal Dapur Fiktif MBG, Andi Sinulingga Sentil Koperasi Desa
Sebelumnya, Kemhan sempat mengonfirmasi dua peserta meninggal dunia saat menjalani Latsarmil, namun jumlah korban kemudian bertambah menjadi tiga orang setelah Novia Rahmadhani Sihotang dinyatakan meninggal pada 23 Juni 2026.
Evaluasi yang dilakukan Kemhan diharapkan menjadi dasar penyempurnaan penyelenggaraan Latsarmil agar pelaksanaan program serupa ke depan berlangsung lebih aman, profesional, dan mampu meminimalkan risiko terhadap seluruh peserta.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama