Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Kopdes Merah Putih Terancam Jadi 'Dapur Fiktif' Jilid II

Kopdes Merah Putih Terancam Jadi 'Dapur Fiktif' Jilid II Kredit Foto: Instagram Bachrum Achmadi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pegiat media sosial Bachrum Achmadi memperingatkan Presiden Prabowo Subianto bahwa proyek Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih berpotensi berakhir seperti kasus dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Dapur MBG sebelumnya dianggap bermasalah karena dibangun asal-asalan hanya demi pencairan anggaran, bukan untuk tujuan utama menyajikan makanan bergizi bagi penerima manfaat.

"Bukan mustahil Koperasi Merah Putih ini akan berujung seperti kasus dapur SPPG. Asal dibangun yang penting anggarannya cair, bermanfaat atau tidak itu urusan belakangan. Mohon ini jadi perhatian serius pak presiden @prabowo yth!," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Jumat (26/6).

Sebelumnya, tim investigasi bersama koordinator wilayah menemukan adanya 100 titik dapur MBG di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah yang ternyata fiktif alias tidak nyata.

Plt Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, menjelaskan bahwa dari lebih 300 titik yang terdaftar, seratus di antaranya tidak memiliki bangunan maupun fasilitas layak. 

"Dari hasil rapat bersama tim investigasi dan koordinator wilayah, ada lebih dari 300 titik yang terdaftar. Setelah didatangi kepala SPPG yang ditunjuk dari Badan Gizi Nasional (BGN), ternyata titik itu (100 titik) tidak ada bangunan apapun," katanya di sela aksi demonstrasi mendukung MBG di Alun-alun Cilacap, dikutip Rabu (24/6).

Ammy menambahkan, lokasi-lokasi fiktif tersebut tersebar di berbagai wilayah, bahkan ada yang tercatat berada di tengah hutan, persawahan, hingga kuburan.

"Ada yang lokasinya di tengah hutan, di tengah persawahan, bahkan ada yang di tengah kuburan," ujar Ammy.

Baca Juga: Prabowo Kemarin Bilang Uang Banyak ke Purbaya, Kini Sebut Tak Ada untuk Naikkan Gaji Guru

Temuan ini memperkuat dugaan adanya praktik jual beli titik pendirian SPPG yang belakangan ramai diperbincangkan. Ammy menegaskan, isu tersebut nyata dan harus segera dibenahi.

"Jadi bahwa isu jual beli titik, kemudian titik fiktif itu benar adanya, ini yang harus kita benahi," tegas Ammy.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya