Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Menkes Buka Suara soal Pasien TBC Terima MBG, Ternyata Ini Maksud Sebenarnya

Menkes Buka Suara soal Pasien TBC Terima MBG, Ternyata Ini Maksud Sebenarnya Kredit Foto: Istihanah
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pernyataan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengenai pasien tuberkulosis (TBC) yang disebut sebagai kelompok penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) sempat memicu perdebatan di tengah publik. Banyak yang mengira pemerintah telah menetapkan penderita TBC sebagai sasaran pasti program tersebut.

Menanggapi polemik yang berkembang, Budi akhirnya meluruskan maksud ucapannya. Ia menegaskan bahwa saat itu dirinya hanya menjawab pertanyaan mengenai kelompok masyarakat yang secara medis membutuhkan tambahan asupan gizi, bukan memutuskan siapa yang akan menerima program MBG.

"Saya sempat ditanya, supaya tepat sasarannya, siapa sih yang harus diberikan gizi tambahan? Jadi saya sebagai Menteri Kesehatan bilang, yang bermasalah gizi itu adalah ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan penderita TBC. Itu yang bermasalah gizi," kata Budi.

Ia menekankan, empat kelompok tersebut memang menjadi prioritas dari sudut pandang kesehatan karena memiliki kebutuhan gizi yang lebih besar. Penjelasan tersebut, lanjutnya, juga didukung oleh berbagai hasil penelitian ilmiah.

"Itu yang saya sampaikan tadi, bahwa buat kita di Kementerian Kesehatan, yang memiliki masalah gizi adalah empat itu, dan itu sudah ada bukti ilmiahnya, jurnalnya sudah ada. Jadi empat, empat sasaran itulah yang harus diperbaiki gizinya supaya kita juga tidak terlalu menyebar ke mana-mana," ucapnya.

Baca Juga: Prabowo vs Gibran Cuma Kamuflase? Pengamat Sebut Musuh Sebenarnya Jokowi

Meski demikian, Budi menegaskan bahwa penentuan apakah kelompok-kelompok tersebut akan dipenuhi kebutuhan gizinya melalui program MBG bukan merupakan kewenangan Kementerian Kesehatan.

"Apakah kemudian itu mau dipenuhinya dari program apa, itu wewenangnya ada di (BGN)," ucap Menkes RI.

Budi juga mengungkapkan hingga kini belum ada pembahasan lebih lanjut mengenai skema pelaksanaan maupun program yang akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan gizi tambahan bagi kelompok tersebut.

"Eksekusinya bagaimana, programnya, memang kita belum bicara. Karena waktu itu konteksnya saya ditanya adalah siapa target-target yang perlu intervensi gizi. Nah, itu dijawabnya empat itu, supaya tidak lari ke mana-mana," imbuh dia.

Baca Juga: 'NPD Final Boss', Anies Baswedan Kena Hujat Usai usai Singgung Pilpres 2024

Dengan penjelasan tersebut, Menkes menegaskan bahwa pernyataannya sebelumnya murni berdasarkan pertimbangan medis mengenai kelompok yang membutuhkan perhatian gizi, bukan keputusan final terkait penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri