Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Bantargebang Bakal jadi Kawasan pembangkit Listrik, Pemkot Bekasi Belajar Langsung ke China

Bantargebang Bakal jadi Kawasan pembangkit Listrik, Pemkot Bekasi Belajar Langsung ke China Kredit Foto: Antara/Fakhri Hermansyah
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pengolahan sampah menjadi energi listrik yang diterapkan di China menjadi acuan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi dalam mempercepat pembangunan Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). 

Untuk mempelajari teknologi tersebut secara langsung, Pemkot Bekasi melakukan kunjungan kerja ke fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) milik Wangneng Environment di Huzhou, China. Seluruh biaya kegiatan ditanggung oleh Wangneng Environment selaku Badan Usaha Pelaksana Proyek (BUPP), sehingga tidak membebani keuangan daerah.

Rombongan yang berangkat pada Jumat dipimpin Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono bersama Ketua DPRD Kota Bekasi Sardi Efendi, jajaran Komisi II DPRD, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi, serta perwakilan tokoh masyarakat Bantargebang.

Kepala DLH Kota Bekasi Kiswatiningsih mengatakan kunjungan tersebut bertujuan agar para pemangku kepentingan dapat melihat langsung teknologi waste to energy yang akan diterapkan pada proyek PSEL Kota Bekasi.

Melalui studi tiru itu, rombongan mempelajari seluruh proses pengolahan sampah, mulai dari penerimaan sampah, pengolahan, sistem pengendalian emisi, hingga pemanfaatannya menjadi energi listrik.

Menurut Kiswatiningsih, kunjungan tersebut juga menjadi bagian dari tahapan persiapan menjelang pembangunan fisik PSEL Kota Bekasi yang saat ini terus dipercepat. Pemkot Bekasi menargetkan tahapan groundbreaking proyek PSEL dapat dilaksanakan pada awal Juli 2026 dan direncanakan diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menegaskan pembangunan PSEL tidak hanya bertujuan menghadirkan fasilitas pengolahan sampah modern, tetapi juga menjadi langkah transformasi kawasan Bantargebang yang selama puluhan tahun dikenal sebagai lokasi pembuangan sampah terbesar di Indonesia.

Menurutnya, Pemkot Bekasi ingin mengubah citra Bantargebang menjadi kawasan inovasi lingkungan yang mampu mengolah sampah menjadi energi, sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Baca Juga: Gedung dan Mal Wajib Kelola Sampah Mandiri, Pemerintah Targetkan Rampung 2029

Selain pembangunan PSEL, Pemkot Bekasi juga mendorong pengembangan industri berbasis ekonomi sirkular, termasuk pemanfaatan Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) yang dihasilkan dari proses pengolahan sampah menjadi energi.

Ke depan, Bantargebang diharapkan berkembang menjadi kawasan ekonomi lingkungan yang memiliki fasilitas penghasil listrik dari sampah, industri pengolahan FABA, serta pusat riset dan inovasi lingkungan sehingga mampu menyelesaikan persoalan sampah sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait: