Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

5 Peserta Latsarmil Meninggal, Wamenhan: Tak Bisa Dipungkiri, di Kemiliteran Ada Nilai-nilai sangat Baik Sekali

5 Peserta Latsarmil Meninggal, Wamenhan: Tak Bisa Dipungkiri, di Kemiliteran Ada Nilai-nilai sangat Baik Sekali Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Donny Ermawan Taufanto menjelaskan alasan pemerintah membekali calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) dengan latihan dasar kemiliteran (latsarmil).

Penjelasan itu disampaikan di tengah sorotan publik setelah lima peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) dilaporkan meninggal dunia selama mengikuti pendidikan.

Donny menegaskan bahwa pelatihan tersebut tidak bertujuan membentuk para peserta menjadi prajurit, melainkan membangun karakter, kepemimpinan, kedisiplinan, serta kemampuan mengelola organisasi yang dinilai penting bagi calon manajer koperasi.

"Tidak bisa kita pungkiri, di dalam kemiliteran itu ada nilai-nilai sangat baik sekali untuk bisa membentuk karakter. Karena nanti di lapangan juga dibutuhkan manajer-manajer yang bagus," kata Donny.

Menurutnya, nilai-nilai bela negara seperti disiplin waktu, kerja sama, dan koordinasi menjadi bekal penting dalam mengelola organisasi. Ia juga menyebut pelatihan karakter di pusat pendidikan TNI telah lama dimanfaatkan oleh berbagai kementerian maupun perusahaan swasta.

Menanggapi meninggalnya lima peserta SPPI, Donny mengatakan Kementerian Pertahanan telah membentuk tim investigasi gabungan bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk menyelidiki penyebab kematian para peserta.

"Kami sudah membentuk tim investigasi gabungan antara Kementerian Pertahanan dan Kementerian Kesehatan. Kami akan menindaklanjuti untuk melihat atau mencari data-data tambahan kenapa kok bisa hal ini terjadi," ujarnya.

Menurut Donny, hasil investigasi akan menjadi bahan evaluasi terhadap pelaksanaan program latsarmil agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Selain menyelidiki kasus kematian, tim investigasi juga mendalami temuan gangguan paru-paru yang dialami sejumlah peserta di Satuan Pendidikan (Satdik) Halim.

Donny mengatakan dugaan sementara mengarah pada adanya penularan penyakit di lingkungan pendidikan. Karena itu, Kemhan bersama Kemenkes telah mengambil langkah-langkah pencegahan untuk mengendalikan penyebaran penyakit.

"Terkait dengan yang kejadian di Halim mengenai paru-paru, ini karena ada penularan di sana. Ini juga kami lakukan tindakan pencegahan bersama dengan Kementerian Kesehatan," pungkasnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat