Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Diakui Prabowo, Bali Kian Dilirik Jadi Pusat Finansial Internasional: Kita Cari Tempat Paling Nyaman

Diakui Prabowo, Bali Kian Dilirik Jadi Pusat Finansial Internasional: Kita Cari Tempat Paling Nyaman Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah Indonesia semakin serius mempertimbangkan pembangunan dari Pusat Finansial Internasional atau Special Financial Center. Meski belum memutuskan lokasi untuk proyek tersebut, salah satu tempat yang lumayan serius dipertimbangkan adalah Bali.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan wilayah tersebut memang menjadi salah satu alternatif yang sedang dipertimbangkan pemerintah. Namun, hingga kini lokasi final belum diputuskan.

Baca Juga: Ada Tawaran Menarik dari Amerika Serikat untuk Iran Saat Negosiasi di Qatar: Berpikirlah Lebih Besar

Menurutnya, pemerintah akan memilih kawasan yang paling nyaman dan mampu memberikan kemudahan bagi investor internasional untuk menjalankan aktivitas bisnis dan keuangan di Indonesia.

"Kan masih dibahas ya, ada alternatif ya mungkin beberapa di Bali. Tapi mungkin ada beberapa titik juga. Tapi yang jelas, kita akan cari tempat yang paling comfortable untuk internasional investor," ujarnya, dikutip Jumat (3/7).

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto juga menilai pulau tersebut memiliki daya tarik kuat di mata masyarakat global, termasuk karena menjadi tempat tinggal banyak warga dari Rusia dan Ukraina. Mereka diketahui banyak yang pindah ke Bali di 2022.

Menurut Prabowo, kondisi tersebut menunjukkan wilayah tersebut telah berkembang menjadi salah satu kawasan internasional yang diminati berbagai kalangan dari luar negeri.

Gagasan pembangunan pusat finansial khusus itu juga diyakini dapat memperkuat posisi tanah air sebagai tujuan investasi global di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik.

Menurutnya Prabowo, Bali direncanakan sebagai pusat keuangan internasional sebenarnya juga telah disampaikan beberapa tahun lalu oleh Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan. Kini, usulan tersebut menjadi semakin relevan karena perubahan kondisi geopolitik dunia.

Presiden menilai tanah air berada pada posisi yang menguntungkan ketika banyak investor mulai mencari negara yang stabil dan jauh dari konflik bersenjata.

Selain itu, Prabowo meyakini pusat finansial internasional dapat menarik arus modal yang sebelumnya mengarah ke Timur Tengah. Mereka diyakini tengah mencari destinasi baru akibat meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut.

Baca Juga: Mediasi Gagal, Tak Ada Lagi Jalan Damai Soal Kasus Ijazah Jokowi

"Ternyata, sekarang uang-uang yang di Timur Tengah, dia mau ke mana? Negara mana yang tidak perang sekarang? Indonesia salah satu yang paling diminati," ujar Prabowo.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar