Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Israel Sudah Menjadi Beban Persoalan untuk Seluruh Umat Manusia, Kata Menlunya Turki

Israel Sudah Menjadi Beban Persoalan untuk Seluruh Umat Manusia, Kata Menlunya Turki Kredit Foto: Reuters/Ronen Zvulun
Warta Ekonomi, Jakarta -

Hubungan Turki dan Israel kembali memanas menyusul pernyataan dari Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan. Israel menurutnya telah menjadi "beban yang tidak lagi dapat ditanggung oleh kemanusiaan." Pernyataan tersebut memicu respons keras dari Tel Aviv.

Fidan menilai tindakan dan kebijakan negara tersebut telah berkembang menjadi persoalan yang tidak lagi hanya menyangkut Turki atau Timur Tengah. Israel menurutnya telah menjadi masalah bagi seluruh dunia.

Baca Juga: Iran Tak Akan Maafkan Ancaman Pembunuhan terhadap Khamenei: Kami Akan Memberikan Pelajaran ke Israel

"Israel bukan hanya masalah kami, juga bukan hanya persoalan presiden kami. Semua orang mengetahui, merasakan, membicarakannya secara diam-diam dan sesekali mengatakannya secara terbuka. Ini adalah persoalan bersama umat manusia," ujar Fidan, dikutip Jumat (3/7).

Ia kemudian melanjutkan kritiknya dengan menyebut negara tersebut telah menjadi beban bagi dunia internasional. Hal ini menyusul sejumlah kebijakan permusuhan mereka dengan negara-negara di Timur Tengah.

"Orang-orang ini telah menjadi beban yang tidak lagi dapat ditanggung oleh kemanusiaan, dengan kebijakan dan pola pikir mereka. Kemanusiaan tidak dapat lagi menanggungnya. Mungkin saya satu-satunya negara yang bersuara lantang, tetapi ini adalah masalah bagi kalian semua," kata Fidan.

Selain melontarkan kritik, ia juga menyerukan agar komunitas internasional menjatuhkan sanksi terhadap Israel. Menurutnya, hal itu diperlukan sebagai bentuk tekanan atas kebijakan negara tersebut.

Pernyataan itu langsung mendapat balasan dari Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa’ar. Melalui akun media sosialnya, ia menuduh komentar tersebut sebagai bentuk hasutan yang berbahaya. Sa’ar menyebut ucapan itu sebagai "kata-kata menjijikkan yang merupakan contoh hasutan menuju genosida."

Menurutnya, penyebutan bangsa Yahudi sebagai "beban yang tidak dapat ditanggung" merupakan bentuk dehumanisasi yang mengingatkan pada retorika rezim-rezim paling kelam dalam sejarah. Ia juga mendesak negara-negara dunia, termasuk para sekutu, untuk mengecam pernyataan tersebut secara terbuka.

"Menjadikan Yahudi sebagai 'beban yang tak tertahankan' adalah bahasa klasik yang mengerikan dari rezim-rezim yang ingin melenyapkan pihak lain. Dunia yang beradab dan sekutu-sekutu harus dengan tegas mengutuk seruan terang-terangan untuk menghapus Israel," ujar Sa’ar.

Ketegangan diplomatik antara kedua negara memang terus meningkat sejak serangan Hamas ke Israel, 7 Oktober 2023. Hal tersebut kemudian memicu perang di Jalur Gaza.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menjadi salah satu pemimpin dunia yang paling vokal mengkritik operasi militer dari Israel di Gaza. Ia berulang kali menuduh mereka melakukan tindakan yang mengarah pada genosida terhadap warga dari Palestina.

Baca Juga: Dilindungi Undang-undang, Jokowi Klaim Tak Punya Kewajiban untuk Tunjukkan Ijazah Asli ke Publik

Adapun Israel secara konsisten membantah tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa operasi militernya ditujukan untuk melawan Hamas.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar

Tag Terkait: