Kredit Foto: Muhammad Farhan Shatry
Rencana penurunan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2027 mulai menjadi sorotan. Di tengah kabar kebutuhan dana yang diperkirakan menyusut menjadi sekitar Rp174-175 triliun, Badan Gizi Nasional (BGN) belum mau berbicara banyak dan memilih memprioritaskan pembahasan lain.
Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari mengatakan, pihaknya belum akan membahas soal kebutuhan anggaran program MBG. Menurutnya, agenda utama BGN saat ini adalah menindaklanjuti hasil kajian dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengenai tata kelola program tersebut.
“Soal itu nanti dulu ya. Nanti dulu ya karena agenda kita hari ini kan mengenai dengan KPK ya,” kata Agustina di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (7/7/2026).
Ia menegaskan, fokus pembahasan BGN saat ini adalah memperbaiki tata kelola pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis berdasarkan masukan yang telah diberikan KPK.
Baca Juga: Usai 5 Peserta Tewas, Pemerintah Ubah Total Pelatihan Kopdes, Latsarmil Resmi Dihapus!
“Agenda kita hari ini adalah bagaimana kami menindaklanjuti kajian yang sudah disampaikan oleh KPK,” ungkap dia.
Sebelumnya, Ketua Badan Anggaran DPR RI Said Abdullah mengungkapkan bahwa kebutuhan anggaran Program MBG pada 2027 diperkirakan turun dari Rp268 triliun menjadi sekitar Rp174 triliun.
Menurut Said, penyesuaian tersebut dilakukan setelah memperhitungkan jumlah Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) yang akan beroperasi serta total siswa yang menerima manfaat program.
"Hitungan saya, kalau juga di luar anggaran pendidikan, ada anggaran kesehatan yang masuk seperti umpamanya stunting, ibu hamil, itu tidak lebih dari Rp174 triliun," kata Said di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (6/7).
Baca Juga: Said Iqbal Sindir Adab Purbaya: Kita Sekarang Setara, Jangan Menghindar!
Ia mengakui nominal tersebut masih tergolong besar meski lebih rendah dibanding kebutuhan anggaran sebelumnya.
"Kalau dari Rp268 triliun ke Rp174 triliun ya tinggilah," imbuh dia.
Sebelumnya, pemerintah juga telah memangkas pagu anggaran Program Makan Bergizi Gratis dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026. Nilainya dikurangi dari semula Rp335 triliun menjadi Rp268 triliun sebagai bagian dari penyesuaian kebutuhan pelaksanaan program.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: