Iran Balas Serangan Amerika, Tak Sudi Diintervensi Soal Kendali Selat Hormuz
Kredit Foto: Istimewa
Iran memberikan respons militer, menyusul serangan dari Amerika Serikat (AS). Sirine terdengar dalam sejumlah negara dalam kawasan yang menjadi sekutu dari Negeri Paman Sam. Teheran tak sudi ada yang mengganggu kendalinya atas Selat Hormuz.
Markas Komando Pusat Khatam al-Anbiya menuding serangan yang dilakukan terhadapnya merupakan tindakan agresi terbuka dan berjanji akan memberikan balasan yang setimpal. Hal itu terbukti dengan adanya serangan ke Bahrain dan Kuwait.
Baca Juga: Amerika Serikat Bawa Kabar Baik soal Perang Rusia-Ukraina: Trump Sudah Bicara dengan Putin
"Angkatan Bersenjata Iran akan memberikan respons yang menghancurkan," demikian pernyataan dari Markas Komando Pusat Khatam al-Anbiya, dikutip Rabu (8/7).
Selain mengancam akan membalas serangan, mereka juga menegaskan bahwa pengaturan lalu lintas pelayaran sepenuhnya berada di bawah kewenangannya di Selat Hormuz . Teheran menyatakan tidak akan menerima campur tangan musuh dalam menentukan jalur pelayaran di kawasan tersebut.
"Satu-satunya jalur aman bagi kapal dagang dan kapal tanker minyak yang melintasi jalur itu adalah rute yang ditentukan oleh Iran," tegas markas militer tersebut.
Pernyataan Iran muncul setelah adanya serangan militer dari Amerika Serikat. Washington mengumumkan telah menyelesaikan serangkaian serangan terhadap lebih dari 80 target di Iran. Operasi tersebut diklaim sebagai respons langsung atas serangan terhadap kapal-kapal dagang yang melintas di Selat Hormuz.
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyebut serangan difokuskan pada berbagai fasilitas militer yang dinilai mendukung operasi dari Iran di Teluk. Target yang diserang meliputi sistem pertahanan udara, pusat komando dan kendali, instalasi radar di sepanjang pesisir, rudal antikapal hingga lebih dari 60 kapal cepat milik Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
Menurut Washington, operasi itu bertujuan melemahkan kemampuan musuh untuk kembali melancarkan serangan terhadap jalur perdagangan internasional yang melewati Selat Hormuz.
"Serangan ini merupakan respons langsung terhadap serangan terbaru musuh terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz," demikian pernyataan CENTCOM.
Militer Amerika juga menegaskan bahwa pasukannya tetap berada dalam kondisi siaga untuk mengambil tindakan lanjutan apabila mereka kembali melakukan aksi yang dianggap melanggar kesepakatan yang berlaku.
"Pasukan kami tetap berada dalam posisi siap dan akan meminta pertanggungjawaban Iran apabila kesepakatan tidak dipatuhi atau dilaksanakan," lanjut pernyataan tersebut.
Eskalasi terbaru ini kembali meningkatkan ketegangan antara Washington dan Teheran diĀ Timur Tengah. Selat Hormuz menjadi titik krusial dalam konflik karena sekitar seperlima pasokan minyak dunia dikirim melalui jalur laut tersebut. Setiap gangguan keamanan di kawasan itu berpotensi memengaruhi stabilitas pasar energi global dan jalur perdagangan internasional.
Baca Juga: Jokowi Masih Punya Jalan untuk Penjarakan Roy Suryo, Praperadilan Bukan Akhir Kasus Ijazah
Hingga kini belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban maupun tingkat kerusakan akibat serangan dari Amerika Serikat dan Iran. Namun, serangan balasan menunjukkan bahwa ketegangan antara kedua negara masih jauh dari mereda dan berpotensi memicu eskalasi konflik yang lebih luas apabila tidak segera diikuti langkah diplomasi.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: