Keadaan Aman, Trump Berani Jamin Perang Iran-Amerika Tak Akan Terulang
Kredit Foto: Istimewa
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku tidak yakin serangan baru-baru ini akan memicu kembali perang besar antara Washington dan Teheran. Menurutnya, eskalasi militer yang terjadi hanya akan berlangsung singkat sebelum situasi kembali terkendali.
Trump mengatakan dirinya tidak melihat tanda-tanda bahwa konflik akan kembali meningkat menjadi perang besar. Hal itu ditegaskannya usai kedua negara melancarkan serangan militer yang memicu kekhawatiran dunia terhadap kemungkinan pecahnya perang baru di Timur Tengah.
Baca Juga: Cuitan-cuitan Ini Bikin Jokowi Tersinggung hingga Ingin Penjarakan Dokter Tifa di Kasus Ijazah
"Saya tidak berpikir ini akan dimulai lagi. Saya pikir semuanya akan berakhir dengan sangat cepat," kata Trump, dikutip Kamis (9/7).
Ia menjelaskan bahwa aksi militer pasukan negaranya dilakukan sebagai respons atas serangan musuh terhadap kapal-kapal yang melintas di kawasan strategis dari Selat Hormuz.
"Mereka menyerang beberapa kapal, lalu kami menyerang mereka dengan jauh lebih keras," ujarnya.
Trump menilai langkah balasan yang dilakukan pemerintahannya sudah cukup memberikan pesan kepada Teheran. Hal itu membuat konflik diperkirakan tidak akan berlangsung lama. Menurutnya, apabila masih ada perkembangan lanjutan, dampaknya juga tidak akan berlangsung berkepanjangan.
"Apa pun yang terjadi akan berakhir dengan sangat cepat dan justru akan membuat keadaan lebih aman, termasuk bagi perdagangan minyak," kata Trump.
Pernyataan Trump tersebut muncul setelah pasukan militer negaranya melancarkan serangan terhadap sejumlah target militer di Iran. Hal itu dilakukan sebagai respons atas serangan terhadap kapal-kapal dagang di Selat Hormuz.
Washington sebelumnya menyatakan operasi militer itu menyasar berbagai fasilitas pertahanan Iran. Fasilitas-fasilitas itu termasuk sistem radar, pertahanan udara, rudal antikapal serta aset milik Garda Revolusi Iran.
Iran kemudian membalas dengan meluncurkan serangan ke sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di Teluk. Hal tersebut memunculkan kekhawatiran akan meluasnya konflik.
Namun Trump tetap optimistis bahwa situasi tidak akan berkembang menjadi perang berkepanjangan. Ia menilai kedua pihak memahami besarnya risiko apabila konflik terus meningkat, terutama terhadap stabilitas kawasan dan perdagangan energi global.
Baca Juga: Diakui Donald Trump, Turki Sudah Selamatkan Masa Depan Aliansi Eropa-Amerika
Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur pelayaran paling penting di dunia karena menjadi lintasan sekitar 20 persen perdagangan minyak global. Karena itu, setiap ketegangan di kawasan tersebut selalu menjadi perhatian pasar internasional dan berpotensi memengaruhi harga energi dunia.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: