Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Mbappe vs Senator Paraguay Makin Memanas, Amarilla Balas Pedas: Kami Pernah Penjarakan Ronaldinho

Mbappe vs Senator Paraguay Makin Memanas, Amarilla Balas Pedas: Kami Pernah Penjarakan Ronaldinho Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

Perseteruan antara kapten Timnas Prancis Kylian Mbappe dengan Senator Paraguay Celeste Amarilla semakin memanas usai pertandingan Piala Dunia 2026. Setelah mendapat kecaman dari Mbappe akibat komentar bernada rasis, Amarilla kini melontarkan balasan keras dan meminta sang bintang Real Madrid tidak meremehkan rakyat Paraguay.

Kontroversi bermula seusai laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Prancis dan Paraguay. Amarilla mengunggah komentar yang dianggap mengandung unsur pelecehan rasial terhadap Mbappe, yang mencetak gol kemenangan Les Bleus atas La Albirroja.

Pernyataan tersebut memicu reaksi luas. Selain menuai kritik dari publik internasional, Amarilla juga mendapat kecaman dari Mbappe, Real Madrid, hingga pemerintah Prancis.

Mbappe bahkan secara terbuka mempertanyakan kelayakan Amarilla sebagai seorang senator.

"Nyonya Celeste Amarilla, Anda adalah wanita yang hina dan tidak layak menduduki posisi Anda. Anda tidak mewakili Paraguay, negara yang telah berjuang dengan semangat dan kehormatan sepanjang kompetisi," tulis Mbappe melalui akun media sosial X.

Alih-alih meredakan situasi, Amarilla justru membalas pernyataan tersebut dengan nada yang lebih keras. Politikus dari Partai Liberal Radikal Autentik (PLRA) itu mengaku telah mengirim surat kepada Mbappe dalam dua bahasa sekaligus.

"Suruh dia membaca surat saya. Saya menuliskan buatnya dalam bahasa Prancis dan Spanyol, itu pun jika dia bisa membaca. Saya memintanya untuk berhati-hati dengan orang Paraguay," ujar Amarilla, dikutip dari Marca.

Tidak berhenti sampai di situ, Amarilla juga mengingatkan Mbappe agar tidak memandang remeh Paraguay. Ia bahkan membawa-bawa kasus hukum yang pernah menjerat legenda sepak bola Brasil, Ronaldinho.

"Jangan macam-macam dengan rakyat Paraguay, Mbappe. Kami sudah pernah mengirim Ronaldinho ke penjara di sini karena kasus korupsi. Dan jangan meremehkan saya," tegasnya.

Baca Juga: Deschamps Tak Gentar Wasit Argentina Pimpin Prancis Vs Maroko, Tegaskan Lawannya Bukan Pengadil

Pernyataan tersebut merujuk pada kasus Ronaldinho yang ditangkap aparat Paraguay pada Maret 2020 karena menggunakan paspor palsu saat memasuki negara tersebut.

Mantan pemain Barcelona dan AC Milan itu sempat mendekam di penjara selama 32 hari sebelum status penahanannya diubah menjadi tahanan rumah di Asuncion.

Ronaldinho kemudian dibebaskan pada Agustus 2020 setelah membayar denda sekitar Rp1,34 miliar.

Hingga kini, perseteruan antara Mbappe dan Amarilla masih menjadi sorotan publik. Polemik yang awalnya dipicu komentar bernada rasis kini berkembang menjadi saling balas pernyataan yang melibatkan isu politik, hukum, hingga harga diri sebuah negara.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama