Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

180 Kawasan Industri Indonesia Dipasarkan ke Investor Eurasia

180 Kawasan Industri Indonesia Dipasarkan ke Investor Eurasia Kredit Foto: Kemenprin
Warta Ekonomi, Jakarta -

Indonesia memanfaatkan ajang INNOPROM 2026 di Ekaterinburg, Rusia, untuk mempromosikan kawasan industri nasional kepada investor dari kawasan Eurasia. Sebagai Official Partner Country, Indonesia menghadirkan lima pengelola kawasan industri yang menawarkan lokasi investasi siap bangun dengan dukungan infrastruktur, insentif, dan konektivitas logistik yang terintegrasi.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, partisipasi Indonesia dalam pameran industri terbesar di kawasan Eurasia tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah memperluas kerja sama industri sekaligus mendukung agenda Asta Cita melalui penguatan industrialisasi, hilirisasi, dan penciptaan lapangan kerja.

"Kami ingin investor Eurasia melihat bahwa Indonesia bukan hanya pasar yang besar, tetapi juga mitra produksi yang siap tumbuh bersama. Kami menghadirkan lokasi investasi yang telah didukung infrastruktur, regulasi, dan layanan yang semakin kompetitif sehingga perusahaan dapat segera membangun basis produksinya di Indonesia," ujar Agus dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (9/7).

Menurut Agus, pengembangan kawasan industri menjadi salah satu strategi utama pemerintah untuk mempercepat pemerataan pembangunan industri sekaligus meningkatkan daya saing sektor manufaktur nasional. Kawasan industri dinilai tidak hanya berfungsi sebagai lokasi operasional perusahaan, tetapi juga menjadi motor penggerak pertumbuhan pusat-pusat ekonomi baru, mendukung hilirisasi, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan nilai tambah di daerah.

Kesiapan Indonesia dalam menyediakan kawasan industri yang kompetitif juga tercermin dari pertumbuhan sektor tersebut dalam beberapa tahun terakhir. Hingga triwulan II 2026, Indonesia memiliki 180 kawasan industri yang dihuni hampir 12.000 tenant. Sepanjang 2025, kawasan-kawasan tersebut berhasil menarik investasi sebesar Rp6.744,58 triliun atau tumbuh 9,26 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sekaligus menyerap sekitar 2,35 juta tenaga kerja.

Agus menilai, kawasan industri saat ini tidak lagi hanya menawarkan lahan bagi investor, tetapi juga menyediakan berbagai kemudahan untuk memulai usaha, mulai dari infrastruktur dasar, layanan terpadu, hingga proses perizinan yang semakin efisien. Karena itu, INNOPROM 2026 dimanfaatkan sebagai ajang mempertemukan calon investor dengan para pengelola kawasan industri secara langsung.

Baca Juga: Ekspor ke Armenia Melonjak 83 Persen, Indonesia Jajaki Kerja Sama Industri Baru di INNOPROM 2026

Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian Tri Supondy mengatakan, kehadiran lima pengelola kawasan industri di INNOPROM bertujuan mempercepat terjalinnya komunikasi bisnis dengan investor potensial dari kawasan Eurasia.

"Kami ingin mempermudah investor memperoleh informasi yang mereka butuhkan. Di INNOPROM, mereka dapat berdiskusi langsung dengan pengelola kawasan industri, memahami fasilitas yang tersedia, mengenal berbagai skema insentif, hingga menjajaki peluang kerja sama sesuai kebutuhan usahanya. Harapannya, pertemuan di pameran ini dapat berlanjut menjadi investasi yang terealisasi di Indonesia," ujar Tri.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Fajar Sulaiman