Kredit Foto: Kemenprin
Lima pengelola kawasan industri yang menjadi co-exhibitor pada INNOPROM 2026 mewakili beragam keunggulan kawasan industri Indonesia. Mulai dari kawasan ekonomi khusus (KEK), kawasan yang terintegrasi dengan pelabuhan internasional, hingga kawasan yang telah menjadi basis investasi berbagai perusahaan manufaktur global.
Kelima co-exhibitor tersebut adalah KI Wiraraja Indonesia/PT Galang Bumi Industri, PT Kawasan Industri Terpadu Batang (Persero) sebagai pengelola KEK Industropolis Batang, Bintan Industrial Estate, Kendal Industrial Park, serta Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI).
Baca Juga: Industri Kimia Nasional Tancap Gas Bidik Pasar Eurasia
Executive Director PT Kawasan Industri Terpadu Batang (Persero), Juliani Sari Kusumaningrum, mengatakan investor saat ini semakin mempertimbangkan kesiapan ekosistem industri sebelum memutuskan berinvestasi.
"Di kawasan kami, investor tidak perlu memulai semuanya dari nol. Lahan siap bangun, jaringan utilitas, insentif fiskal melalui skema Kawasan Ekonomi Khusus, hingga akses logistik yang terhubung langsung dengan pelabuhan internasional telah tersedia. Dengan demikian, perusahaan dapat lebih fokus mempercepat operasional dan pengembangan bisnisnya," ujar Juliani.
Kementerian Perindustrian berharap partisipasi lima pengelola kawasan industri dalam INNOPROM 2026 mampu membuka lebih banyak peluang kerja sama dengan investor dari kawasan Eurasia. Langkah ini diharapkan dapat mendorong realisasi investasi baru, memperkuat daya saing industri nasional, menciptakan lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah Indonesia.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Fajar Sulaiman