Kredit Foto: Pixabay/Tumisu
Kuasa hukum keluarga mahasiswi berinisial NDR yang ditemukan meninggal dunia di kamar indekosnya di kawasan Gomong, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), membuka sayembara dengan hadiah sebesar Rp20 juta bagi masyarakat yang dapat membantu menemukan telepon seluler dan sepeda motor milik korban yang hingga kini belum ditemukan.
Kuasa hukum keluarga NDR, Lalu Anton Hariawan, mengatakan kedua barang tersebut diyakini memiliki arti penting dalam upaya mengungkap fakta di balik kematian mahasiswi tersebut.
"Jadi, di sini kan ada handphone dan kendaraan roda dua milik NDR yang hilang, itu belum ditemukan sampai sekarang. Kalau ada masyarakat umum yang bisa bantu temukan, akan kami kasih hadiah uang Rp20 juta," kata Anton di Mataram, Jumat.
Anton menjelaskan masyarakat yang memiliki informasi mengenai keberadaan barang-barang tersebut maupun yang berhasil menemukannya dapat melapor langsung ke kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kongres Advokat Indonesia (KAI) NTB di Jalan Bung Karno Nomor 10, Pagutan, Kota Mataram. Selain itu, laporan juga dapat disampaikan kepada pihak kepolisian.
Ia juga menjamin kerahasiaan identitas pelapor maupun pihak yang menemukan barang milik korban.
"Saya jamin kerahasiaan identitas pihak yang menemukan. Bisa langsung ke kantor kami, bisa juga ke kepolisian," ujarnya.
Menurut Anton, sepeda motor milik almarhumah yang masih dalam pencarian merupakan Honda Beat berwarna biru dengan sepatbor depan berwarna putih dan bernomor polisi EA 6129 KB.
Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Mataram AKP I Made Dharma Yulia Putra sebelumnya menyampaikan bahwa penyidik hingga kini belum menemukan barang-barang berharga milik korban yang dilaporkan hilang sejak jasad NDR ditemukan di kamar indekosnya.
Selain sepeda motor, satu unit telepon seluler milik korban juga belum berhasil ditemukan. Polisi menilai telepon seluler tersebut berpotensi menjadi petunjuk penting untuk membantu penyelidikan, termasuk mengungkap motif di balik kasus kematian NDR.
NDR, mahasiswi asal Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat, pertama kali ditemukan meninggal dunia oleh sepupunya bersama seorang rekannya yang baru tiba dari Jakarta pada Minggu (17/5) malam.
Baca Juga: Dari Israel, Amerika Dibuat Ngeri Bocoran Rencana Pembunuhan Trump: Keberuntungan Saya Tak Akan Lama
Saat ditemukan, jenazah korban berada dalam posisi terlentang di dalam kamar indekos dengan kondisi tubuh telah kaku. Pintu kamar dilaporkan dalam keadaan terkunci.
Kasus kematian NDR sempat menjadi perhatian luas masyarakat dan viral di media sosial. Sejumlah pihak menyampaikan dukungan kepada keluarga korban serta berharap aparat kepolisian dapat segera mengungkap penyebab dan fakta di balik meninggalnya mahasiswi tersebut. Hingga kini, proses penyelidikan masih terus dilakukan oleh Polresta Mataram.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: