Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

IHSG Dibuka Hijau di Level 6.057, Sentimen Positif S&P Tahan Tekanan Global

IHSG Dibuka Hijau di Level 6.057, Sentimen Positif S&P Tahan Tekanan Global Kredit Foto: Uswah Hasanah
Warta Ekonomi, Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan Selasa (14/7/2026) di zona hijau. Berdasarkan data RTI Business pukul 09.00 WIB, Indeks dibuka pada level 6.057,761, namun kemudian terkoreksi tipis mengikuti dinamika perdagangan awal.

IHSG sempat berada di level 6.035,653, turun 2,188 poin atau 0,04% dari penutupan sebelumnya. Pada awal sesi, IHSG sempat bergerak di rentang 6.034,812 hingga 6.065,399. 

Meski indeks melemah, pergerakan saham secara keseluruhan masih menunjukkan sentimen yang cukup positif. Sebanyak 294 saham menguat, 128 saham melemah, dan 215 saham bergerak stagnan.

Aktivitas transaksi di awal perdagangan mencatatkan volume sebesar 996,654 juta saham dengan nilai transaksi mencapai Rp612,517 miliar dari 194.127 kali transaksi. Sementara itu, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia tercatat sebesar Rp10.539,618 triliun

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M Nafan Aji Gusta, mengatakan secara teknikal, pergerakan IHSG telah menunjukkan kekuatan bullish momentum-nya setelah berhasil rebound dari FR50% support sehingga berhasil breakout di atas MA20. Berdasarkan indikator, Stochastics K_D dan RSI menunjukkan sinyal positif, didukung kenaikan volume.

"Sejatinya sentimen IHSG hari Selasa ini bisa cenderung positif, namun pergerakan intraday berpotensi lebih moderat dibanding Senin kemarin," kata dia dalam analisisnya.

Nafan menyebutkan sentimen positif berasal dari S&P Global Ratings yang menegaskan peringkat kredit Indonesia di level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek, dengan outlook tetap stabil. Di sinilah S&P mempertahankan status investment grade terhadap Indonesia.

Baca Juga: S&P Pertahankan Peringkat Kredit Indonesia di Level BBB, Prospeknya Tetap Stabil

Baca Juga: IHSG Melonjak Hampir 2% Usai S&P Pertahankan Peringkat Kredit Indonesia

Keputusan ini menunjukkan keyakinan bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat dan risiko fiskal maupun eksternal diperkirakan bersifat sementara. Hal ini memberikan buffer yang kuat ketika pasar global dilanda kecemasan akibat eskalasi konflik AS-Iran dan koreksi sektor teknologi dunia.

Kepercayaan investor asing pada saham blue-chip berpotensi terjaga. Sementara itu, hal ini juga stabilitas yield SBN agar tidak melonjak terlalu tinggi, sekaligus mempertahankan daya tarik aset pendapatan tetap Indonesia di mata investor global.

"Di sisi lain, hal ini emberikan sentimen positif untuk menahan tekanan pelemahan Rupiah terhadap Dolar AS yang sedang menguat dan saat ini berada di level Rp18.109 per USD akibat naiknya geopolitical risk premium.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Dwi Aditya Putra