Hidup Trump akan Dibuat Tak Tenang, Iran: Pembalasan Pasti Dilaksanakan
Kredit Foto: Istimewa
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas. Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, melontarkan pernyataan keras dengan menegaskan bahwa pembalasan atas kematian ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, akan tetap dilakukan.
Pernyataan itu muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku telah menginstruksikan militernya untuk menghancurkan Iran apabila ada upaya pembunuhan terhadap dirinya.
Situasi ini memperlihatkan hubungan kedua negara yang kembali berada di titik rawan. Di tengah ancaman saling balas, jalur diplomasi masih terus diupayakan meski tekanan politik dan militer semakin meningkat.
Dalam pesan yang disampaikan usai pemakaman mantan pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei menyebut pembalasan atas kematian ayahnya akibat serangan udara pada 28 Februari sebagai kewajiban bangsa Iran.
Ia menegaskan bahwa misi tersebut bukan sekadar janji politik, melainkan sesuatu yang menurutnya pasti akan diwujudkan.
"tuntutan nasional", dan menambahkan bahwa hal itu "pasti akan dilaksanakan."
Baca Juga: Amerika Siap Konflik Panjang dengan Iran, Trump: Kami Pernah 19 Tahun di Vietnam
Pernyataan tersebut menjadi kali kedua Mojtaba secara terbuka menyampaikan tekad membalas kematian sang ayah. Sebelumnya, ia juga menyampaikan janji serupa dalam pesan pertamanya setelah diumumkan sebagai penerus kepemimpinan.
Di sisi lain, Donald Trump sebelumnya menyampaikan ancaman keras kepada Iran. Ia mengklaim telah menyiapkan kekuatan militer dalam jumlah besar apabila Teheran benar-benar menjalankan ancaman pembunuhan terhadap dirinya.
Trump mengatakan sekitar 1.000 rudal Amerika Serikat telah disiapkan untuk diarahkan ke Iran, sementara ribuan rudal lainnya siap digunakan jika situasi terus memburuk.
Selain itu, Trump mengaku telah memberikan otorisasi kepada militer AS selama satu tahun, yang dapat diperpanjang, untuk mengambil tindakan militer besar-besaran apabila terjadi percobaan pembunuhan terhadap dirinya.
Menurut Trump, perintah tersebut memungkinkan militer AS untuk "menghancurkan dan memusnahkan sepenuhnya semua wilayah Iran" jika ancaman tersebut benar-benar terjadi.
Sementara itu, dalam pidatonya, Mojtaba Khamenei memang tidak menyebut nama Trump secara langsung. Namun, ia memastikan pihak yang dianggap bertanggung jawab atas kematian ayahnya akan terus diburu.
Ia bahkan menegaskan mereka tidak akan dibiarkan "meninggal dengan tenang di tempat tidur mereka."
Mojtaba juga menyatakan bahwa kampanye balas dendam tersebut tidak bergantung pada dirinya ataupun pejabat Iran lainnya. Menurutnya, misi itu akan tetap dilanjutkan, baik dirinya masih hidup maupun telah tiada.
Di tengah meningkatnya ketegangan, Wall Street Journal sebelumnya melaporkan bahwa Israel telah membagikan informasi kepada Washington yang menunjukkan adanya pembahasan di kalangan pejabat Iran mengenai rencana pembunuhan terhadap Trump. Laporan tersebut mengutip sejumlah pejabat Amerika Serikat dan Israel.
Meski demikian, upaya diplomatik disebut masih terus berlangsung. Para mediator regional tetap berusaha membuka ruang dialog untuk meredakan konflik, walaupun pemerintah Amerika Serikat memberi sinyal bahwa waktu untuk mencapai kesepakatan semakin terbatas.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: