Amerika Siap Konflik Panjang dengan Iran, Trump: Kami Pernah 19 Tahun di Vietnam
Kredit Foto: Istimewa
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberi sinyal bahwa pihaknya siap menghadapi konflik berkepanjangan dengan Iran. Ia menyebut serangkaian serangan terhadap negara itu dalam beberapa bulan terakhir telah menjadi "normal baru" untuk Timur Tengah.
Trump membandingan konflik yang diciptakannya saat ini dengan keterlibatan militernya selama bertahun-tahun dalam Perang Vietnam. Ia menegaskan pihaknya masih berada pada tahap awal operasi militer jika dibandingkan dengan sejarah perang yang pernah dijalani negaranya.
Baca Juga: Eks Menterinya Jokowi Dibuat Terkecoh Kasus Febrie Adriansyah: Saya Dengar dari Kejaksaan...
"Kami berada di Vietnam selama 19 tahun. Kami berada di sini baru empat bulan, jadi saya rasa kami sudah melakukan banyak hal," kata Trump, dikutip Selasa (14/7).
Pernyataan itu disampaikan ketika ia ditanya apakah rentetan serangan dari negara tersebut selama beberapa bulan terakhir telah menjadi kondisi yang harus diterima masyarakat Amerika dan Iran.
Selain memberi gambaran mengenai kemungkinan konflik berlangsung lama, sang presiden juga memastikan operasi militer terhadap negara itu belum berakhir. Ia bahkan mengungkapkan bahwa serangan besar berikutnya akan kembali dilancarkan dalam waktu dekat.
Trump mengklaim berbagai operasi militer negaranya telah melumpuhkan sebagian besar kemampuan tempur Iran. Menurutnya, angkatan laut, angkatan udara, kemampuan rudal, hingga fasilitas produksi pesawat nirawak mereka telah berhasil dihancurkan oleh serangan dari Washington.
Ia menilai seluruh operasi tersebut dilakukan untuk mencegah negara itu memiliki senjata nuklir. Menurutnya, hal itulah yang membuat masih adanya Israel di Timur Tengah.
"Kalau kami tidak melakukannya, mereka akan memiliki senjata nuklir. Israel mungkin sudah tidak ada lagi bersama kita jika mereka memiliki senjata nuklir. Timur Tengah kemungkinan juga tidak akan seperti sekarang," ujarnya.
Di tengah operasi militer yang terus berlangsung, sang presiden juga kembali menyinggung kebijakannya di Selat Hormuz. Ia menegaskanpihaknya berhak memperoleh kompensasi karena mengklaim telah menjaga keamanan jalur pelayaran paling strategis di dunia tersebut.
Trump juga turut melontarkan kritik terhadap pendekatan pemerintahan-pemerintahan presiden sebelumnya dalam menghadapi Iran. Teheran menurutnya selama puluhan tahun sengaja memperpanjang proses negosiasi tanpa pernah memberikan penyelesaian nyata terhadap berbagai persoalan yang diperselisihkan.
"Ini yang mereka lakukan selama 47 tahun. Bedanya, tidak ada yang bernegosiasi seperti saya. Seharusnya ini sudah diselesaikan sejak masa Bush, Obama dan Biden," kata Trump.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pemerintahan saat ini memilih mengombinasikan tekanan militer dan tekanan ekonomi dalam menghadapi Iran.
Baca Juga: Bersyukur Dipecat Roy Suryo, Ahmad Khozinudin Klaim Jadi Lebih Leluasa Bongkar Kasus Ijazah Jokowi
Dengan membandingkan konflik saat ini dengan perang sebelumnya yang berlangsung hampir dua dekade, ia juga memberi sinyal bahwa mereka tidak menutup kemungkinan untuk mempertahankan keterlibatan militernya dalam jangka waktu yang panjang apabila tujuan strategisnya di kawasan belum tercapai.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: