Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Bukan Selat Hormuz, Israel Ingin AS tetap Fokus Nuklir Iran

Bukan Selat Hormuz, Israel Ingin AS tetap Fokus Nuklir Iran Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance mengklaim ada sejumlah pejabat Israel yang berupaya memperpanjang konflik dengan Iran dengan memengaruhi opini publik di Amerika Serikat.

Pernyataan itu disampaikan Vance dalam podcast bersama Joe Rogan pada Rabu (15/7/2026). Menurutnya, hanya segelintir pejabat di pemerintahan Israel yang diduga melakukan upaya tersebut.

"Ada segelintir orang di sistem (pemerintahan Israel) yang kami yakini tanpa sedikit pun keraguan sedang memanipulasi dan berusaha mengubah opini publik Amerika agar perang (dengan Iran) terus berlanjut tanpa batas waktu," kata Vance.

Meski melontarkan tudingan tersebut, Vance menegaskan Presiden Donald Trump tetap akan mengambil tindakan militer terhadap Iran terlepas dari pengaruh pihak mana pun. Menurutnya, Trump memiliki keyakinan kuat bahwa Teheran tidak boleh memiliki senjata nuklir.

Di sisi lain, laporan Al-Monitor yang mengutip sumber keamanan Israel menyebut pemerintah Israel khawatir pemerintahan Trump mulai mengalihkan fokus dari upaya menghentikan program nuklir Iran ke pengamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran sendiri terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir.

Militer AS telah beberapa kali melancarkan serangan terhadap Iran sejak 8 Juli. Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan serangan tersebut merupakan respons atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.

Iran kemudian membalas dengan melancarkan serangan ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah.

Sebelumnya, pada Minggu (13/7/2026), Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz hingga Amerika Serikat menghentikan intervensinya di kawasan, menyusul meningkatnya aksi saling serang antara kedua negara.

Baca Juga: Iran Diduga Sudah Bisa Lacak Ponsel Tentara AS di Timur Tengah

Pada hari yang sama, Presiden Donald Trump menyatakan Amerika Serikat akan menjadi "penjaga" Selat Hormuz serta melanjutkan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Pernyataan Vance muncul di tengah meningkatnya eskalasi konflik AS-Iran dan memunculkan sorotan baru mengenai dinamika hubungan Washington dengan Israel dalam menentukan arah kebijakan di Timur Tengah.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait: