Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Fans Spanyol Geram, Trump Nodai Selebrasi Juara Piala Dunia 2026: Momen Itu Seharusnya Milik Pemain!

Fans Spanyol Geram, Trump Nodai Selebrasi Juara Piala Dunia 2026: Momen Itu Seharusnya Milik Pemain! Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kemenangan Spanyol atas Argentina pada final piala dunia yang seharusnya menjadi momen penuh kebanggaan justru memunculkan kontroversi. Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjadi sasaran amuk supporter karena tetap berada di atas panggung saat para pemain mengangkat trofi juara, sehingga dinilai mengganggu momen bersejarah tim nasional mereka.

Di Barcelona, ribuan warga merayakan keberhasilan tim nasionalnya meraih gelar juara dunia untuk kedua kalinya. Namun di balik euforia tersebut, banyak penggemar mengkritik kehadiran sang presiden yang terlalu lama di panggung telah "mencuri perhatian" dari para pemain yang seharusnya menjadi pusat perayaan.

Baca Juga: Amerika Kembali Lirik 'Rencana A' untuk Gulingkan Rezim Khamenei di Iran

Trump, dalam prosesi penyerahan trofi, diketahui memasuki panggung untuk menyerahkan piala kepada kapten dari Spanyol. Setelah seremoni selesai, ia tidak langsung meninggalkan podium dan tetap berdiri di samping para pemain sambil tersenyum serta bertepuk tangan ketika sesi foto berlangsung. Sikap tersebut menuai kritik keras dari para penggemar Spanyol.

"Menurut saya itu cukup tidak menghormati. Momen itu seharusnya hanya untuk tim, para pemain, dan pelatih. Dia justru merusaknya," kata seorang suporter muda yang enggan menyebutkan namanya, dikutip dari CBS News, Selasa (21/7/2026).

Nada serupa juga disampaikan oleh penggemar lain bernama Damiano. Ia menilai sang presiden seolah ingin menjadi pusat perhatian dalam momen yang seharusnya sepenuhnya menjadi milik para juara dunia.

"Sangat disayangkan. Kenapa harus mencuri perhatian atau ingin menonjolkan diri? Biarkan para pemain merayakannya sendiri. Anda sudah memegang trofi Piala Dunia, itu sudah lebih dari cukup," ujarnya.

Meski kontroversi tersebut ramai diperbincangkan, kebahagiaan masyarakat atas keberhasilan tim nasional mereka tetap tidak terbendung. Gelar juara kali ini menjadi yang kedua sepanjang sejarah keikutsertaan Spanyol di Piala Dunia FIFA.

Pemerintah Spanyol memperkirakan hingga satu juta orang akan memadati Kota Madrid. Hal itu untuk menyambut parade kemenangan tim nasional menggunakan bus atap terbuka bersama trofi Piala Dunia.

Perayaan juga berlangsung meriah di Rocafonda. Ia merupakan kawasan yang menjadi kampung halaman dari Bintang Muda Spanyol Lamine Yamal. Warga menggelar acara nonton bareng final yang ditutup dengan pesta kembang api dan suar setelah tim kesayangan mereka memastikan kemenangan atas Argentina.

Sementara itu, ribuan pendukung juga memadati Plaza Catalunya di Barcelona. Mereka bernyanyi, menari, dan merayakan keberhasilan tim nasional yang diperkuat banyak pemain dari klub-klub kota tersebut.

"Kami sangat bangga. Ini adalah perasaan terbaik di dunia," ujar salah seorang warga yang ikut merayakan kemenangan.

Baca Juga: Di Balik Isu Penggeledahan, Penyidik Diyakini Sudah Kantongi Bukti Kucuran Uang ke Febrie Adriansyah

Bagi Fans Spanyol, kemenangan bersejarah tersebut tetap menjadi kebanggaan nasional, tetapi mereka menilai momen sakral ketika trofi diangkat seharusnya hanya menjadi milik para pemain yang berjuang di lapangan, bukan panggung bagi tokoh politik mana pun.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar