Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

FIFA 'Ditampar', UEFA Tunjuk Wasit Omar Artan yang Ditolak AS

FIFA 'Ditampar', UEFA Tunjuk Wasit Omar Artan yang Ditolak AS Kredit Foto: CECAFA
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden UEFA Aleksander Ceferin memutuskan tidak menghadiri final Piala Dunia 2026 antara Argentina melawan Spanyol di New Jersey pada Minggu sebagai bentuk protes terhadap sejumlah keputusan FIFA yang dinilai mencederai integritas tata kelola sepak bola internasional.

Sikap UEFA dipicu oleh keputusan Komite Disiplin FIFA yang membatalkan sanksi larangan bertanding satu laga terhadap penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun. Keputusan tersebut disebut diambil setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump melakukan panggilan telepon kepada Presiden FIFA Gianni Infantino.

UEFA menilai langkah FIFA tersebut telah melampaui batas dan berpotensi merusak kredibilitas kompetisi. Dalam pernyataan resminya, badan sepak bola Eropa itu menegaskan bahwa kepastian penerapan aturan merupakan fondasi utama menjaga integritas pertandingan.

"When the certainty of rules is no longer guaranteed by its guardians, the integrity of the game is at stake and the credibility of a competition is undermined," demikian pernyataan UEFA.

UEFA juga menyebut pembatalan hukuman terhadap Balogun sebagai keputusan yang belum pernah terjadi sebelumnya dan tidak memiliki dasar yang dapat dibenarkan.

"Unprecedented, incomprehensible and unjustifiable," tegas UEFA.

Menurut UEFA, keputusan tersebut memberikan kesan bahwa independensi dalam pengambilan keputusan disiplin telah terganggu. Organisasi itu bahkan menyebut FIFA telah "crossed a red line" atau melampaui batas yang seharusnya tidak dilanggar.

Ketegangan antara UEFA dan FIFA tidak hanya dipicu oleh kasus Balogun. Kedua organisasi juga berbeda pandangan mengenai sejumlah kebijakan selama Piala Dunia 2026, mulai dari tingginya harga tiket, perpanjangan jeda babak pertama hingga 27 menit demi pertunjukan hiburan, hingga wacana memperluas jumlah peserta Piala Dunia menjadi 64 tim.

UEFA juga menolak mengadopsi sejumlah aturan baru FIFA di kompetisi Eropa, termasuk pemberian kartu merah kepada pemain yang menutup mulut saat berbicara di lapangan serta protokol VAR terkait kesalahan identifikasi pada pelanggaran diving.

Perbedaan sikap turut terlihat dalam isu perlakuan terhadap Timnas Iran yang menghadapi pembatasan akses masuk ke Amerika Serikat selama turnamen berlangsung. Pelatih Iran Amir Ghalenoei menyebut timnya sebagai pihak yang paling tertekan selama kompetisi.

Baca Juga: FIFA Diminta Ubah Aturan, Sepatu Emas Mbappe Seharusnya Milik Messi

"Most oppressed," ujar Ghalenoei.

Sementara itu, Menteri Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat Markwayne Mullin menuai kontroversi setelah mengaku bergembira atas tersingkirnya Iran dari turnamen.

Sebagai penegasan atas independensi penyelenggaraan kompetisi di bawah naungannya, UEFA memastikan tidak akan menerapkan sistem harga tiket dinamis pada Euro 2028.

UEFA juga menunjuk wasit asal Somalia, Omar Artan, untuk memimpin laga Piala Super Eropa setelah sebelumnya ia sempat ditolak masuk ke Amerika Serikat menjelang dimulainya Piala Dunia.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat