Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Disebut Babat Gunung Galuga, Dedi Mulyadi Bahas Ada Muatan Politik

Disebut Babat Gunung Galuga, Dedi Mulyadi Bahas Ada Muatan Politik Kredit Foto: Biro Adpim Setda Pemdaprov Jabar
Warta Ekonomi, Jakarta -

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi membantah tudingan yang menyebut dirinya berada di balik pembabatan kawasan Gunung Galuga di Kabupaten Bogor. Dedi menegaskan tidak pernah memerintahkan penebangan maupun pembabatan di kawasan tersebut dan meminta masyarakat tidak menyampaikan tuduhan tanpa didukung data serta fakta.

Pernyataan itu disampaikan Dedi saat menanggapi kritik seorang warga yang mengaitkan dirinya dengan dugaan pembabatan di Gunung Galuga. Menurutnya, tuduhan tersebut tidak sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.

"Saya tidak tahu itu siapa yang menebang atau membabat. Jadi kalau dikaitkan dengan saya menyuruh melakukan pembabatan atau penebangan, ya saya tidak mengerti," ujar Dedi.

Ia menjelaskan, Gunung Galuga selama ini merupakan kawasan tempat pembuangan akhir (TPA) yang melayani Kota Bogor dan Kabupaten Bogor. Selain itu, di sekitar lokasi terdapat lahan milik TNI Angkatan Darat yang direncanakan dimanfaatkan untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah.

"Gunung Galuga merupakan tempat pembuangan sampah Kota Bogor dan Kabupaten Bogor. Di sekitar wilayah tersebut ada salah satu area milik TNI Angkatan Darat yang akan digunakan sebagai pembangkit listrik tenaga sampah, yang kegiatannya dikelola oleh Danantara," jelasnya.

Karena itu, Dedi meminta masyarakat yang ingin mengetahui aktivitas di kawasan tersebut agar mengonfirmasi langsung kepada Pemerintah Kabupaten Bogor maupun Pemerintah Kota Bogor.

"Ibu, tanya saja kepada Pak Bupati dan Pak Wali Kota Bogor agar lebih jelas," katanya.

Dedi juga menegaskan dirinya tidak mempermasalahkan kritik yang ditujukan kepadanya. Menurutnya, kritik merupakan bagian dari pengawasan masyarakat terhadap jalannya pemerintahan, selama disampaikan berdasarkan data dan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.

Baca Juga: Tak Tertangani Medis, Ini Sikap Dedi Mulyadi Soal ODGJ di Jawa Barat

"Saya ikhlas. Kritik saya sesuka hati Ibu. Yang penting Ibu punya data dan fakta yang memadai," ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dedi menyinggung bahwa pengkritiknya merupakan simpatisan dari sosok yang memiliki ambisi politik. Meski demikian, ia menegaskan setiap warga negara berhak memberikan dukungan politik kepada siapa pun.

"Saya paham, itu hak Ibu mendukung siapa pun. Saya sendiri belum memikirkan apa pun saat ini," ujarnya, dilansir Bapenda Jabar pada Senin (21/7/2026).

Di akhir pernyataannya, Dedi mendoakan agar pengkritiknya diberikan kesehatan, kebahagiaan, dan kesuksesan. Ia berharap perbedaan pandangan tidak menghalangi masyarakat untuk terus menyampaikan kritik yang objektif dan konstruktif.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait: