Kredit Foto: Muhammad Farhan Shatry
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menjadi sorotan publik dan ramai diperbincangkan di media sosial. Menanggapi derasnya kritik tersebut, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan pihaknya tidak anti terhadap kritik, tetapi meminta seluruh informasi yang beredar disampaikan berdasarkan fakta, bukan hoaks maupun fitnah.
Sudaryono mengakui MBG merupakan program berskala besar yang sangat mudah menjadi perbincangan publik. Karena itu, ia memahami jika berbagai persoalan yang muncul cepat menjadi viral di media sosial.
"Saya seviral apa pun nggak ada masalah, tapi saya ingin itu kemudian diberitakan atau diposting kebenarannya," kata Sudaryono di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Rabu (22/7/2026).
Meski terbuka terhadap sorotan masyarakat, mantan Wakil Menteri Pertanian itu mengingatkan agar informasi yang disebarkan tidak dipelintir sehingga menyesatkan publik.
Baca Juga: Percuma Teriak Stop MBG! Kepala BGN Baru: Tidak akan Ini Tender Politiknya Prabowo
"Jangan sampai kita kemudian ada hoaks, ada fitnah. Kemudian sengaja salah tafsir atau mungkin barangkali, mohon maaf kasarnya, jeleknya, sabotase dan lain-lain," ujarnya.
Sudaryono memastikan BGN siap menerima laporan dari masyarakat apabila ditemukan pelanggaran dalam pelaksanaan program MBG. Menurutnya, setiap laporan akan segera ditindaklanjuti melalui proses investigasi.
"Kalau ada dapur nggak benar misalnya, segera laporkan. Kita langsung investigasi. Kita ingin menegakkan, yang benar kita tegakkan. Yang baik juga harus kita jangan sampai satu dua salah, kemudian dianggap yang lain juga salah," tegas Sudaryono.
Ia mengatakan seluruh masukan yang disampaikan masyarakat akan menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki tata kelola BGN maupun pelaksanaan program MBG ke depan.
Baca Juga: Usai Prabowo Disentil Boros, Anggaran MBG Dipotong Lagi Rp39 Triliun
Namun, Sudaryono membedakan antara kritik yang bertujuan memperbaiki program dengan seruan agar MBG maupun BGN dibubarkan.
Menurutnya, tuntutan untuk menghentikan program tersebut bukan lagi bagian dari kritik, melainkan berada di luar kewenangan BGN.
"Kalau misalnya ada yang atas nama kritik kemudian kritiknya misalnya menghentikan atau bubarkan MBG, bubarkan BGN, saya kira itu bukan kritik. Bukan ranah kami untuk menghentikan atau atau membubarkan BGN, makan bergizi adalah tender politiknya Presiden Prabowo," imbuh Sudaryono.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: