Komdigi: Registrasi SIM Berbasis Biometrik Tak Tekan Penjualan Kartu Perdana
Kredit Foto: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memastikan implementasi registrasi pelanggan seluler berbasis biometrik tidak menekan penjualan kartu perdana. Tiga pekan setelah kebijakan tersebut diterapkan secara penuh, penjualan kartu SIM baru tetap stabil di kisaran 250.000 hingga 300.000 kartu per hari.
Direktur Jenderal Ekosistem Digital Komdigi Edwin Hidayat Abdullah mengatakan capaian tersebut menunjukkan registrasi biometrik tidak menghambat aktivitas industri telekomunikasi, sekaligus membantah kekhawatiran bahwa proses registrasi yang lebih ketat akan mengurangi minat masyarakat membeli kartu SIM baru.
"Saya sudah laporkan ke Ibu Menteri, ternyata dengan biometrik penjualan kartu perdana tidak turun. Malah stabil di antara 250 sampai 300 ribu, sama seperti sebelum full biometrik," ujar Edwin dalam acara Komitmen Bersama Implementasi Registrasi Pelanggan Berbasis Data Biometrik, Kamis (23/7/2026).
Meski demikian, Edwin mengakui angka tersebut tidak dapat dibandingkan dengan masa ketika praktik pembelian dan pergantian kartu SIM secara masif masih marak terjadi.
"Memang tidak bisa dibandingkan dengan zaman jahiliyah ya, burning-burning kartu, tapi dengan angka segini masih cukup baik," tambahnya.
Komdigi mencatat implementasi registrasi biometrik sempat menghadapi sejumlah kendala pada hari-hari awal pemberlakuannya.
Pada hari kedua, seluruh operator seluler masih menyisakan celah registrasi menggunakan NIK melalui mekanisme lama dengan identitas orang lain dan SMS layanan SMS 4444 masih aktif.
Kondisi itu mendorong Komdigi mengirimkan surat peringatan kepada seluruh operator agar segera menutup seluruh celah registrasi nonbiometrik.
Menurut Edwin, upaya tersebut membuahkan hasil. Pada hari ke-15 tidak ditemukan lagi registrasi SIM menggunakan NIK dan KK. Dan pada hari ke-17, tidak lagi ditemukan registrasi pelanggan baru melalui mekanisme manual atau sudah complience 100%.
Baca Juga: Komdigi Perketat Pengawasan Registrasi SIM Biometrik, Operator Diminta Awasi Seluruh Gerai
Baca Juga: Komdigi Buka Masukan Publik Untuk Evaluasi Regulasi Jaringan dan Jasa Telekomunikasi
Baca Juga: Registrasi SIM Biometrik Disalahgunakan, Komdigi Temukan Kartu Diaktifkan Pakai Wajah Penjual
"Di hari ke-17, tidak ada lagi angka satu pun registrasi mengenai cara lama. Semua sudah full biometrik," ujarnya.
Meski implementasi telah berjalan penuh, Komdigi masih menemukan sejumlah pelanggaran di lapangan, seperti penjualan kartu perdana yang telah diregistrasi sebelumnya serta praktik penyalahgunaan biometrik untuk mengaktifkan kartu SIM.
"Kenapa ini pasti ada celah ya? Orang jualan muka mereka bisa juga. Nah, ini yang kita mintakan adalah kolaborasi semua pihak, terutama opsel," ujar Edwin.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Annisa Nurfitri