Di Balik Perry Warjiyo Tinggalkan Prabowo: Gubernur BI Dulu Tak Mundur Bahkan Saat Krisis 1998
Kredit Foto: Cita Auliana
Keputusan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatannya terus memunculkan perhatian terhadap pemerintahan dari Presiden Indonesia Prabowo Subianto. Langkah tersebut merupakan peristiwa yang sangat jarang terjadi dalam sejarah bank sentral dari Indonesia.
Pengamat Ekonomi Universitas Indonesia, Berly Martawardaya menilai pengunduran diri ini menyisakan banyak pertanyaan yang membutuhkan penjelasan lebih jauh. Menurutnya, peristiwa ini memiliki nilai historis karena hampir tidak pernah terjadi, bahkan ketika Indonesia menghadapi krisis ekonomi besar.
Baca Juga: Di Balik Majunya Kaesang, Jokowi Manfaatkan Celah 'Miskalkulasi' Prabowo: Ketika Ada Penurunan...
"Bahkan di tengah dinamika 1966, krismon 1998 dan krisis global subprime mortgage 2008; tetap gubernur bank sentral ini jalankan tugasnya," ungkap melalui unggahan dalam media sosial X, dikutip Selasa (28/7/2026).
Berly mengungkapkan data sejarah menunjukkan bahwa hanya sedikit sosok yang memilih mengundurkan diri sebelum masa jabatannya berakhir sebagai gubernur dari Bank Indonesia.
"Selain Pak Perry hanya ada satu gubernur bank sentral yang mengundurkan diri dari jabatannya," ujarnya.
Satu-satunya pengecualian adalah Boediono. Namun, menurutnya, alasan pengunduran diri Boediono sangat berbeda dengan situasi yang terjadi saat ini.
Boediono meninggalkan kursi jabatannya setelah menerima pencalonan sebagai calon wakil presiden mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono di Pilpres 2009.
"Pak Boediono mundur dari jabatannya sebagai gubernur bank sentral karena jadi cawapres pada Pilpres 2009. Beda banget ama sekarang," kata Berly.
Karena itu, ia menilai mundurnya seorang gubernur bank sentral merupakan kejadian yang tidak lazim dalam tata kelola bank sentral Indonesia. Keputusan Perry Warjiyo untuk mundur menurutnya merupakan peristiwa yang memiliki signifikansi tersendiri dalam sejarah Bank Indonesia.
Hingga kini, alasan di balik keputusan sosok tersebut mengundurkan diri masih menjadi perhatian publik dan memunculkan berbagai pertanyaan dari kalangan ekonom maupun pengamat kebijakan.
Sementara itu, untuk menjaga keberlangsungan tugas bank sentral, jabatan tersebut kini diisi sementara oleh Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti. Hal itu akan berlaku sampai ditetapkannya pejabat definitif sesuai mekanisme yang berlaku.
Baca Juga: Di Balik Kejutan Berani Kaesang, Skenario 'Karpet Merah untuk Gibran' Tengah Disiapkan oleh Jokowi
Pengunduran Perry Warjiyo juga menjadi sorotan karena terjadi pada masa pemerintahan dari Presiden Prabowo Subianto. Ia terlihat kontrak karena kondisinya yang dinilai berbeda dari berbagai periode krisis besar yang pernah dihadapi Indonesia.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar