Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Iran di Ambang Krisis Keuangan, Amerika Serikat: Teheran Sudah Tak Mampu Bayar Para Pejuangnya

Iran di Ambang Krisis Keuangan, Amerika Serikat: Teheran Sudah Tak Mampu Bayar Para Pejuangnya Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Amerika Serikat meyakini bahwa tekanan ekonomi akan membawa kemenangan dalam perang melawan Iran. Teheran bahkan disebut-sebut tengah menghadapi kesulitan keuangan hingga tidak mampu membayar para pejuang yang selama ini menjadi bagian dari jaringan militernya.

Laporan Axios Selasa (28/7/2026) Pejabat Washington menyebutkan bahwa blokade ekonomi berpotensi memberikan dampak yang lebih besar dibandingkan operasi militer yang dilakukan terhadap Iran. Intelijen bahkan mengatakan kondisi ekonomi negara itu terus memburuk dan mulai memengaruhi kemampuan pemerintah dalam menjalankan aktivitasnya.

Baca Juga: Efek Insiden Kapal Iran, Ukraina Kini Mesti Waspadai 'Serangan' dari Arah Timur Tengah

"Intelijen menangkap bahwa warga di sana mengeluhkan mereka tidak bisa membayar para pejuangnya," kata seorang pejabat dari Amerika.

Menurut pejabat tersebut, persoalan itu bukan semata-mata akibat perang, melainkan tekanan ekonomi yang semakin besar terhadap Teheran.

"Mengapa? Karena tekanan finansial. Karena Kementerian Keuangan. Karena apa yang dilakukan Menteri Keuangan Scott Bessent," lanjutnya.

Pernyataan itu mengacu pada berbagai kebijakan ekonomi dan sanksi yang dijalankan mereka untuk mempersempit ruang gerak finansial Iran. Pejabat tersebut bahkan menggambarkan kondisi ekonomi negara itu berada dalam situasi yang mengkhawatirkan.

"Mereka berada dalam bahaya menghadapi penarikan dana besar-besaran di bank. Ada kelangkaan bensin di negara yang sangat kaya minyak ini," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa tekanan ekonomi kini menjadi ancaman yang lebih ditakuti oleh musuh dibandingkan aksi militer dari Washington.

"Mereka lebih takut kepada Kementerian Keuangan daripada Departemen Perang," katanya.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan alasan di balik keputusannya menunda serangan militer terhadap Iran.

Menurut Trump, sejumlah negara yang menjadi mediator antara kedua negara, bersama beberapa negara kawasan lainnya, meminta agar dirinya memberikan kesempatan baru bagi jalur diplomasi.

Baca Juga: Di Balik Perry Warjiyo Tinggalkan Prabowo: Gubernur BI Dulu Tak Mundur Bahkan Saat Krisis 1998

"Semua pihak yang terlibat dalam kontak dengan Iran meminta saya, 'Jangan menembak'," kata Trump.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar

Tag Terkait: