Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Investasi Sosial Menuju Indonesia Emas 2045, BRI Peduli Luncurkan Program Desa BRILiaN 1.000 HPK

Investasi Sosial Menuju Indonesia Emas 2045, BRI Peduli Luncurkan Program Desa BRILiaN 1.000 HPK Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) melalui Program Desa BRILiaN bersama Rabu Biru Foundation (RBF) meluncurkan Program Desa BRILiaN 1.000 Hari Pertama Kehidupan (1.000 HPK) di Desa Hargobinangun, Kabupaten Sleman. Inisiatif ini menjadi bagian dari investasi sosial perusahaan yang berfokus pada penguatan layanan Posyandu sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia sejak awal kehidupan.

Melalui kolaborasi tersebut, BRI Peduli memberikan dukungan pendanaan dan penguatan pembangunan desa melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Sementara itu, Rabu Biru Foundation berperan sebagai mitra implementasi strategis yang mengembangkan sekaligus menjalankan model penguatan layanan Posyandu berbasis masyarakat.

Sebagai langkah awal, RBF merevitalisasi Posyandu Matahari di Desa Hargobinangun yang akan menjadi model percontohan penguatan layanan Posyandu dalam Program Desa BRILiaN 1.000 HPK. Peresmian dilakukan oleh Vice President CSR BRI Dinne Shovia Tresna bersama Bupati Sleman Harda Kiswaya, didampingi Ketua Rabu Biru Foundation Toro Sudarmadi serta Direktur Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas Kementerian Kesehatan RI, dr. Niken Wastu Palupi.

Vice President CSR BRI Dinne Shovia Tresna mengatakan revitalisasi tersebut tidak hanya menghadirkan pembaruan sarana dan prasarana, tetapi juga mentransformasikan Posyandu menjadi pusat layanan kesehatan ibu dan anak, edukasi gizi, penguatan kapasitas kader, serta pendampingan keluarga pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan.

"Kedepan, Posyandu Matahari diharapkan menjadi model praktik baik yang dapat direplikasi di berbagai daerah dalam mendukung penguatan layanan primer dan pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045," ujar Dinne.

Ia menjelaskan, periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan merupakan fase paling krusial yang menentukan kualitas kesehatan, perkembangan otak, kemampuan belajar, produktivitas, hingga daya saing bangsa pada masa depan. Karena itu, investasi pada fase tersebut dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.

"Melalui Program Desa BRILiaN 1.000 HPK, BRI Peduli berinvestasi pada periode paling menentukan dalam kehidupan manusia. Kami percaya, setiap anak yang tumbuh sehat sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan adalah investasi terbaik menuju Indonesia Emas 2045," kata Dinne.

Ketua Rabu Biru Foundation Toro Sudarmadi menilai Posyandu perlu dipandang lebih luas daripada sekadar tempat pelayanan kesehatan dasar. Menurutnya, Posyandu harus menjadi pusat layanan 1.000 Hari Pertama Kehidupan yang memperkuat edukasi gizi, pemberdayaan kader, serta pendampingan keluarga.

"Posyandu harus menjadi pusat layanan 1.000 Hari Pertama Kehidupan yang tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan dasar berbasis masyarakat, tetapi juga memperkuat edukasi gizi, pemberdayaan kader, dan pendampingan keluarga. Dari Posyandu yang kuat, kita membangun fondasi sumber daya manusia Indonesia yang unggul," ujar Toro.

Sementara itu, Bupati Sleman Harda Kiswaya menegaskan keberhasilan Program 1.000 HPK membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, dunia usaha, hingga masyarakat.

Baca Juga: 118 Hektare Hutan Mangrove di Rokan Hilir Ludes, Kapolda Riau Turun Tangan

Menurutnya, Program Desa BRILiaN 1.000 HPK dikembangkan sebagai model kolaborasi yang dapat direplikasi di berbagai daerah. Selain memperkuat layanan Posyandu, program tersebut juga membangun koordinasi antara pemerintah desa, puskesmas, dinas kesehatan, sektor swasta, dan masyarakat agar intervensi terhadap ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan balita dapat dilakukan secara lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.

Melalui Program Desa BRILiaN 1.000 HPK, BRI Peduli dan Rabu Biru Foundation berharap dapat menghadirkan model investasi sosial yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekaligus menjadi inspirasi bagi semakin banyak mitra pembangunan untuk berkolaborasi memperkuat Program 1.000 Hari Pertama Kehidupan di Indonesia. Langkah tersebut dinilai penting karena pembangunan generasi emas dimulai sejak hari-hari pertama kehidupan, bukan ketika seseorang memasuki usia produktif.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait: