Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Hadapi Gelombang Panas, Kim Jong Un Anjurkan Warga Korea Utara Makan Menu Tradisional Sup Anjing

Hadapi Gelombang Panas, Kim Jong Un Anjurkan Warga Korea Utara Makan Menu Tradisional Sup Anjing Kredit Foto: KCNA
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pimpinan Korea Utara Kim Jong Un dan media pemerintah negara tersebut memberikan sejumlah saran kepada masyarakat untuk menghadapi gelombang panas ekstrem yang melanda negara itu. Salah satu anjuran yang disorot adalah konsumsi makanan tradisional yang diyakini dapat membantu menjaga stamina selama cuaca panas berkepanjangan.

Berdasarkan laporan media pemerintah yang dikutip Reuters, suhu di Korea Utara mencapai 36,7 derajat Celsius. Angka tersebut disebut sebagai suhu tertinggi sejak pencatatan cuaca dilakukan di negara itu. Kondisi tersebut juga disertai malam-malam tropis, ketika suhu tetap tinggi hingga malam hari.

Surat kabar resmi Partai Buruh Korea, Rodong Sinmun, dalam pemberitaannya pada Sabtu (8/8), memuat berbagai anjuran kesehatan bagi masyarakat selama periode musim panas yang dikenal sebagai sambok atau "hari-hari anjing".

Masyarakat dianjurkan memperbanyak konsumsi buah dan sayuran, seperti semangka, mentimun, dan kacang hijau. Media tersebut juga merekomendasikan sejumlah makanan bergizi, mulai dari sup ayam, bubur ikan, bubur kacang merah hingga sup daging anjing.

Seorang dokter dari Rumah Sakit Umum Pyongyang yang dikutip Rodong Sinmun mengatakan makanan-makanan tersebut dipercaya dapat membantu tubuh menghadapi cuaca panas yang berlangsung dalam waktu lama.

Rodong Sinmun secara khusus membahas sup daging anjing sebagai salah satu makanan tradisional yang dikonsumsi selama musim panas. Media tersebut mengutip pepatah lama yang mencerminkan keyakinan mengenai manfaat hidangan tersebut untuk membantu menjaga kondisi tubuh ketika menghadapi cuaca panas.

Selain sup daging anjing, Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) juga mempromosikan samgyetang, yakni sup ayam yang berisi ginseng, beras ketan, dan kurma merah atau jujube.

Hidangan tersebut disebut menjadi salah satu menu favorit warga Pyongyang selama gelombang panas. Sejumlah restoran yang menyajikan samgyetang bahkan dilaporkan mengalami peningkatan jumlah pelanggan.

Televisi pemerintah Korea Utara juga menayangkan berbagai tips kesehatan untuk menghadapi suhu tinggi. Warga diingatkan untuk menjaga asupan cairan, mengonsumsi makanan bergizi, serta berolahraga dan berenang dengan aman.

Di tengah pemberitaan mengenai gelombang panas, media pemerintah Korea Utara juga kembali menampilkan narasi mengenai aktivitas Kim Jong Un saat menghadapi cuaca ekstrem.

Sejumlah laporan mengulas kunjungan Kim ke berbagai proyek pembangunan pada musim panas tahun-tahun sebelumnya. Kunjungan tersebut digambarkan sebagai bukti bahwa Kim tetap menjalankan pekerjaannya meski kondisi cuaca berat.

Salah satu laporan mengutip pernyataan Kim ketika melakukan inspeksi proyek pada musim panas 2013. Saat itu, Kim disebut mendapat permintaan untuk mengurangi aktivitas karena suhu yang sangat tinggi. Namun, ia disebut menjawab bahwa pekerjaan untuk rakyat harus tetap diselesaikan meski cuaca tidak bersahabat.

Baca Juga: Prabowo Sebut Bahlil Mitra, Qodari Sebut 'Indonesian Dream'

Sementara itu, televisi pemerintah menampilkan aktivitas warga yang memadati kawasan wisata Pantai Wonsan Kalma dan sejumlah taman air di Pyongyang. Warga terlihat memanfaatkan kawasan wisata tersebut untuk berlibur sekaligus mencari cara menghadapi suhu panas.

Pemerintah Korea Utara hingga kini belum merilis data mengenai korban jiwa yang disebabkan oleh gelombang panas tersebut. Di Korea Selatan, lebih dari 20 kematian dilaporkan berkaitan dengan gelombang panas tahun ini.

Kondisi cuaca ekstrem di Semenanjung Korea tersebut turut menyoroti tantangan yang dihadapi negara-negara Asia Timur dalam menghadapi peningkatan suhu dan dampak perubahan iklim, terutama terhadap kesehatan masyarakat.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait: