Kredit Foto: Istimewa
India Makin Diperhitungkan
Kerja sama ini juga memperlihatkan semakin besarnya peran India sebagai pusat pengembangan teknologi dan rekayasa otomotif global.
Sejumlah produsen mobil dunia, termasuk Mercedes-Benz Group dan BMW, kini semakin banyak memanfaatkan tenaga engineering di India untuk mengembangkan kendaraan. Langkah tersebut dinilai dapat membantu memangkas biaya sekaligus mempercepat proses pengembangan produk.
CEO Tata Technologies Warren Harris sebelumnya mengungkapkan kepada analis pada Juli bahwa perusahaannya tengah mengembangkan program kendaraan secara menyeluruh bersama salah satu produsen otomotif Jepang terkemuka. Ia tidak menyebut nama perusahaan tersebut.
Tata Technologies merupakan bagian dari Tata Group dan menyediakan layanan rekayasa serta teknologi digital untuk sektor otomotif, dirgantara, dan industri.
Bagi perusahaan tersebut, kerja sama dengan Honda menjadi pencapaian penting karena produsen otomotif Jepang selama ini dikenal cukup selektif dalam menggunakan jasa perusahaan engineering eksternal.
Baca Juga: Hadapi Persaingan Ketat, Honda Perpanjang Kerja Sama dengan GAC hingga 2038
Sementara bagi Honda, keputusan tersebut sejalan dengan perubahan strategi pengembangan kendaraan. CEO Honda Toshihiro Mibe sebelumnya mengatakan perusahaan akan memanfaatkan sumber daya eksternal secara lebih fleksibel dan strategis.
India dan China disebut memiliki keunggulan dari sisi biaya serta ketersediaan tenaga engineering. Faktor tersebut menjadi semakin relevan ketika industri otomotif global menghadapi ketidakpastian dan tekanan efisiensi.
Honda sendiri berencana memperkenalkan keluarga kendaraan baru di India mulai 2028. Negara tersebut juga diproyeksikan memiliki peran yang lebih besar sebagai basis produksi dan ekspor Honda untuk pasar Amerika Latin serta Asia Tenggara.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Fajar Sulaiman
Tag Terkait: