Profil Rektor Unsoed Akhmad Sodiq yang Kena OTT KPK, Ini Pendidikan dan Hartanya
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Akhmad Sodiq terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK di Purwokerto dan Jakarta. Akhmad Sodiq diamankan bersama 13 orang lainnya.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan adanya penangkapan tersebut. "Salah satu pihak yang diamankan adalah Rektor Unsoed," ujar Budi, Jumat (21/8/2026).
OTT tersebut berkaitan dengan dugaan penerimaan oleh pihak rektor dari proses penerimaan mahasiswa baru. KPK masih melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang diamankan.
Akhmad Sodiq bukan nama baru di lingkungan Unsoed. Ia telah lama berkarier di kampus tersebut hingga akhirnya kembali dipercaya sebagai rektor untuk periode 2026-2030.
Akhmad Sodiq lahir di Batang pada 28 Januari 1969. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana di Jurusan Peternakan Unsoed.
Pendidikan magister Akhmad Sodiq ditempuh di Georg-August-Universität Göttingen, Jerman. Ia mengambil program studi Animal Science di kampus tersebut.
Ia kemudian melanjutkan pendidikan doktoral di Kassel University, Jerman. Konsentrasi yang diambil juga berada di bidang Animal Science.
Karier akademik Akhmad Sodiq banyak dihabiskan di Unsoed. Ia pernah menjabat Dekan Fakultas Peternakan Unsoed selama dua periode pada 2010-2017.
Pada 2017-2018, Akhmad Sodiq menjabat Rektor Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Purwokerto. Ia kemudian kembali ke Unsoed sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik periode 2018-2022.
Pada 2022, Akhmad Sodiq terpilih sebagai Rektor Unsoed periode 2022-2026. Ia kembali dipercaya memimpin Unsoed untuk periode 2026-2030.
Akhmad Sodiq dilantik sebagai Rektor Unsoed periode kedua pada akhir Mei 2026. Pelantikan tersebut dipimpin Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto di Grha Diktisaintek, Jakarta, pada Selasa (19/5/2026).
Selain aktif di lingkungan kampus, Akhmad Sodiq memiliki sejumlah pengalaman organisasi. Ia tercatat sebagai Dewan Pembina Keluarga Alumni Fakultas Peternakan Unsoed.
Ia juga menjadi Dewan Pengawas DPW Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) Jawa Tengah. Akhmad Sodiq tercatat sebagai Dewan Pakar Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI).
Jabatan organisasi lainnya adalah Dewan Pembina Asosiasi Sarjana Membangun Desa (SMD). Ia juga tercatat sebagai Dewan Kehormatan Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kabupaten Banyumas.
Akhmad Sodiq juga merupakan profesor bidang Ilmu Ternak Potong. Rekam jejaknya menunjukkan pengalaman panjang di bidang akademik dan organisasi.
Berdasarkan LHKPN terbaru yang dilaporkan pada 19 Maret 2026 untuk periode 2025, Akhmad Sodiq memiliki kekayaan bersih Rp3.124.541.326. Sebagian besar hartanya berasal dari aset tanah dan bangunan.
Akhmad Sodiq tercatat memiliki tanah dan bangunan seluas 505 meter persegi dengan luas bangunan 416 meter persegi di Banyumas senilai Rp1,3 miliar. Ia juga memiliki tanah seluas 1.051 meter persegi senilai Rp395 juta.
Baca Juga: Uang Ratusan Juta Diduga Jadi Jalan Masuk FK Unsoed, KPK Selidiki Fakultas Lain
Aset tanah lainnya berupa lahan seluas 1.129 meter persegi senilai Rp510 juta. Ia juga tercatat memiliki tanah seluas 1.050 meter persegi dengan nilai Rp295 juta.
Untuk alat transportasi dan mesin, Akhmad Sodiq memiliki beberapa kendaraan. Aset tersebut terdiri dari motor Yamaha tahun 1993 senilai Rp1,2 juta, motor Honda tahun 2006 senilai Rp4,5 juta, Toyota Agya 2015 senilai Rp75 juta, Toyota Grand New Innova 2014 senilai Rp180 juta, dan motor Yamaha BBP A/T 2023 senilai Rp25 juta.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy