Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Menuju 2029: Gibran Cawapres Lagi, Kali Ini Gandeng Dedi Mulyadi

Menuju 2029: Gibran Cawapres Lagi, Kali Ini Gandeng Dedi Mulyadi Kredit Foto: Antara/Hasrul Said
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pegiat media sosial Mazdjo Pray mengungkapkan tiga skenario politik yang berpotensi ditempuh Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) untuk kembali memajukan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Pilpres 2029.

Skenario pertama, Gibran kembali berpasangan dengan Presiden Prabowo Subianto, mengingat Jokowi lantang menyuarakan dukungan agar pasangan Prabowo–Gibran berlanjut dua periode.

"Pilihannya A, Prabowo Gibran dua periode. Karena ini memang sudah kencang sekali ya omongin oleh Jokowi ya," ujarnya dalam kanal YouTube YouthTV Indonesia, dikutip Senin (24/8).

Skenario kedua, Gibran maju sendiri sebagai calon presiden. Namun, menurut Mazdjo, tanpa figur pendamping yang kuat, elektabilitasnya berpotensi anjlok.

Skenario ketiga, mencari figur calon presiden dengan elektabilitas tinggi untuk digandeng, sementara Gibran tetap menjadi cawapres. Usia Gibran yang menjelang 40 tahun dinilai masih ideal untuk posisi tersebut.

"Nah, kalau pakai angkanya SMRC hari ini nama yang mungkin layak digandeng oleh Jokowi atau mungkin juga sudah diincer saya tidak tahu itu adalah Dedi Mulyadi," tandasny.

Sebagai informasi, dalam survei elektabilitas calon presiden terbaru yang dirilis oleh SMRC dan Indikator Politik Indonesia pada akhir Juli 2026, Dedi Mulyadi unggul atas Prabowo.

Baca Juga: Denny Indrayana: Suket Penyetaraan Gibran Bisa Batal Tanpa Bukti Ijazah

Dalam simulasi semi terbuka SMRC, Dedi menempati peringkat pertama dengan elektabilitas 35%, sedangkan Prabowo berada di posisi kedua dengan 14,5%. Dalam simulasi head to head, keunggulan Dedi melebar hingga 59% berbanding 28,3% untuk Prabowo. 

Indikator Politik Indonesia juga mencatat Dedi memimpin dalam simulasi elektabilitas. Meski tingkat pengenalan publik terhadap Prabowo lebih tinggi (98,8% vs 88,2%), tingkat kesukaan responden terhadap Dedi jauh lebih unggul, yakni 88,3% dibanding Prabowo yang hanya 68,1%.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya