Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Cicilan Wuling Aira EV Mulai Rp2 Jutaan, Segini DP dan Tenornya

Cicilan Wuling Aira EV Mulai Rp2 Jutaan, Segini DP dan Tenornya Kredit Foto: Ilham Nurul Karim
Warta Ekonomi, Jakarta -

Wuling Aira EV menjadi salah satu mobil listrik yang menarik perhatian karena ditawarkan dengan harga yang masih berada di bawah Rp200 juta. Bagi konsumen yang ingin memilikinya tanpa membayar secara tunai, tersedia pilihan pembelian melalui skema kredit.

Dalam simulasi pembiayaan, cicilan Wuling Aira EV paling rendah berada di angka Rp2,77 juta per bulan untuk varian Standard Range dengan tenor 60 bulan.

Wuling Aira EV resmi dipasarkan di Indonesia setelah diperkenalkan pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Mobil listrik berukuran kompak ini tersedia dalam dua varian, yakni Aira EV Standard Range dan Aira EV Long Range.

Untuk wilayah Jakarta, harga Wuling Aira EV Standard Range dipatok Rp155 juta. Sementara varian Long Range dibanderol Rp175 juta.

Harga tersebut membuat Aira EV menjadi salah satu pilihan mobil listrik dengan banderol relatif terjangkau. Namun, bagi konsumen yang memilih skema kredit, besaran cicilan akan bergantung pada tenor dan skema pembiayaan yang digunakan.

Simulasi Kredit Wuling Aira EV Standard Range

Berdasarkan simulasi pembiayaan dari Mandiri Utama Finance, pembelian Wuling Aira EV Standard Range tersedia dengan tenor mulai 12 hingga 60 bulan.

Simulasi menggunakan skema Angsuran Dibayar di Muka (ADDM) dengan uang muka atau DP 30 persen.

Berikut rinciannya:

Tenor 12 bulan

  • Total pembayaran pertama: Rp62.291.835

  • Suku bunga: 8,30 persen

  • Cicilan: Rp10.152.000 per bulan

Tenor 24 bulan

  • Total pembayaran pertama: Rp57.638.632

  • Suku bunga: 8,30 persen

  • Cicilan: Rp5.493.000 per bulan

Tenor 36 bulan

  • Total pembayaran pertama: Rp56.129.188

  • Suku bunga: 8,58 persen

  • Cicilan: Rp3.976.000 per bulan

Tenor 48 bulan

  • Total pembayaran pertama: Rp55.365.241

  • Suku bunga: 8,58 persen

  • Cicilan: Rp3.205.000 per bulan

Tenor 60 bulan

  • Total pembayaran pertama: Rp54.936.790

  • Suku bunga: 8,85 persen

  • Cicilan: Rp2.770.000 per bulan

Dari simulasi tersebut, tenor 60 bulan memberikan cicilan paling rendah, yakni Rp2,77 juta per bulan.

Sebaliknya, konsumen yang memilih tenor 12 bulan harus menyiapkan angsuran sekitar Rp10,15 juta setiap bulan.

Artinya, semakin panjang tenor yang dipilih, semakin ringan kewajiban pembayaran per bulan. Namun, masa kredit juga menjadi lebih lama.

Simulasi Kredit Wuling Aira EV Long Range

Selain Standard Range, Wuling Aira EV Long Range juga tersedia dalam skema kredit dengan pilihan tenor mulai 12 hingga 60 bulan.

Varian ini memiliki harga Rp175 juta atau Rp20 juta lebih mahal dibandingkan Standard Range.

Berikut simulasi kredit Wuling Aira EV Long Range:

Tenor 12 bulan

  • Total pembayaran pertama: Rp69.746.975

  • Suku bunga: 8,30 persen

  • Cicilan: Rp11.462.000 per bulan

Tenor 24 bulan

  • Total pembayaran pertama: Rp64.493.520

  • Suku bunga: 8,30 persen

  • Cicilan: Rp6.202.000 per bulan

Tenor 36 bulan

  • Total pembayaran pertama: Rp62.776.295

  • Suku bunga: 8,58 persen

  • Cicilan: Rp4.479.000 per bulan

Baca Juga: Wuling Kantongi 3.290 SPK di GIIAS 2026, Aira EV Jadi Model Terlaris

Tenor 48 bulan

  • Total pembayaran pertama: Rp61.916.258

  • Suku bunga: 8,58 persen

  • Cicilan: Rp3.611.000 per bulan

Tenor 60 bulan

  • Total pembayaran pertama: Rp61.432.651

  • Suku bunga: 8,85 persen

  • Cicilan: Rp3.120.000 per bulan

Untuk Long Range, cicilan paling rendah berada di angka Rp3,12 juta per bulan dengan tenor 60 bulan.

Sementara jika mengambil tenor 12 bulan, cicilan yang harus disiapkan mencapai Rp11,46 juta per bulan.

Dengan demikian, selisih cicilan antara Standard Range dan Long Range untuk tenor 60 bulan mencapai sekitar Rp350.000 per bulan.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Fajar Sulaiman