Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Cicilan Wuling Aira EV Mulai Rp2 Jutaan, Segini DP dan Tenornya

Cicilan Wuling Aira EV Mulai Rp2 Jutaan, Segini DP dan Tenornya Kredit Foto: Ilham Nurul Karim

Berapa Uang yang Harus Disiapkan di Awal?

Calon pembeli sebaiknya tidak hanya melihat besaran cicilan bulanan. Ada sejumlah biaya yang harus diperhitungkan sejak awal kredit.

Dalam simulasi tersebut, Total Pembayaran Pertama mencakup beberapa komponen, yaitu DP nett, biaya administrasi, biaya asuransi kombinasi, provisi, biaya fidusia, serta angsuran pertama.

Untuk Aira EV Standard Range, Total Pembayaran Pertama berada di kisaran Rp54,9 juta hingga Rp62,3 juta, tergantung tenor yang dipilih.

Sementara untuk Aira EV Long Range, Total Pembayaran Pertama berkisar Rp61,4 juta hingga Rp69,7 juta.

Karena itu, angka cicilan Rp2 jutaan per bulan bukan berarti konsumen hanya perlu menyiapkan dana sebesar itu ketika pertama kali mengambil mobil.

Besaran uang yang harus dibayarkan di awal tetap perlu diperhitungkan agar pembelian tidak mengganggu kondisi keuangan.

Wuling Aira EV Standard Range Vs Long Range

Selain berbeda harga dan cicilan, Aira EV Standard Range dan Long Range juga memiliki perbedaan pada kapasitas baterai, jarak tempuh, waktu pengisian, serta fitur keselamatan.

Kapasitas Baterai dan Jarak Tempuh

Aira EV Standard Range menggunakan baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) berkapasitas 16,2 kWh.

Berdasarkan standar CLTC, varian ini mampu menempuh jarak hingga 205 km dalam kondisi baterai penuh.

Sementara Aira EV Long Range menggunakan baterai yang lebih besar dengan kapasitas 25,1 kWh.

Kapasitas tersebut membuat jarak tempuhnya meningkat menjadi 301 km berdasarkan standar CLTC.

Dengan demikian, terdapat selisih jarak tempuh sekitar 96 km antara kedua varian.

Bagi konsumen yang mayoritas menggunakan mobil untuk aktivitas perkotaan, Standard Range bisa menjadi pilihan yang lebih ekonomis. Namun, Long Range menawarkan daya jelajah lebih panjang untuk pengguna dengan mobilitas lebih tinggi.

Waktu Pengisian Baterai

Perbedaan kapasitas baterai juga berpengaruh terhadap waktu pengisian menggunakan AC.

Aira EV Standard Range membutuhkan sekitar 4,8 jam untuk mengisi baterai dari SOC 20 persen hingga 100 persen.

Sementara Long Range membutuhkan sekitar 7,2 jam untuk proses pengisian dalam kondisi yang sama.

Meski begitu, kedua varian telah mendukung DC Fast Charging. Pengisian dari SOC 30 persen hingga 80 persen membutuhkan waktu sekitar 35 menit.

Kemampuan tersebut menjadi salah satu nilai tambah karena pengguna tidak harus menunggu terlalu lama ketika membutuhkan pengisian daya dalam perjalanan.

Fitur Keselamatan Long Range Lebih Lengkap

Perbedaan lainnya terdapat pada fitur keselamatan.

Aira EV Long Range mendapatkan sejumlah fitur yang tidak tersedia pada Standard Range, antara lain:

  • Dual SRS Airbag

  • ABS + EBD

  • Electronic Stability Control (ESC)

  • Electric Parking Brake with Auto-hold

  • Hill Hold Control

  • ISOFIX

  • Pedestrian Warning Sound Module

  • Tire Pressure Monitoring System (TPMS)

Sementara itu, Aira EV Standard Range tidak mendapatkan ESC, Electric Parking Brake with Auto-hold, dan Hill Hold Control.

Dengan demikian, Long Range tidak hanya menawarkan baterai yang lebih besar, tetapi juga perlengkapan keselamatan yang lebih lengkap.

Baca Juga: Baru Dua Pekan Meluncur, Wuling Aira EV Sudah Catat 3.500 SPK

Mana yang Lebih Menarik, Standard Range atau Long Range?

Pilihan antara kedua varian pada akhirnya bergantung pada kebutuhan dan kemampuan finansial konsumen.

Aira EV Standard Range lebih menarik bagi konsumen yang mengejar harga pembelian dan cicilan lebih rendah. Dengan tenor 60 bulan, cicilannya berada di angka Rp2,77 juta per bulan.

Sementara Aira EV Long Range membutuhkan tambahan sekitar Rp350.000 per bulan pada tenor yang sama. Sebagai gantinya, konsumen mendapatkan baterai 25,1 kWh dengan jarak tempuh hingga 301 km serta fitur keselamatan yang lebih lengkap.

Namun, calon pembeli sebaiknya tidak hanya membandingkan cicilan. Biaya awal, bunga, tenor, asuransi, biaya administrasi, hingga kemampuan membayar secara konsisten selama masa kredit juga perlu diperhitungkan.

Perlu dicatat, simulasi kredit di atas bersifat ilustratif dan dapat berubah sewaktu-waktu. Konsumen sebaiknya melakukan konfirmasi langsung kepada diler atau lembaga pembiayaan mengenai harga, promo, DP, bunga, biaya tambahan, dan ketentuan kredit sebelum melakukan transaksi.

Halaman:

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Fajar Sulaiman