Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

AS-Iran Kembali Memanas, Yordania Cegat 8 Rudal di Wilayah Udaranya

AS-Iran Kembali Memanas, Yordania Cegat 8 Rudal di Wilayah Udaranya Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Militer Yordania mengumumkan telah mencegat delapan rudal yang memasuki wilayah udara negara tersebut pada Senin (31/8/2026) pagi waktu setempat. Pencegatan dilakukan ketika ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali meningkat.

Dilansir Anadolu Agency, militer Yordania menyatakan seluruh rudal berhasil dihancurkan sebelum membahayakan warga sipil maupun menimbulkan kerusakan terhadap properti. Amman tidak mengungkapkan dari mana rudal-rudal tersebut diluncurkan.

Pengumuman Yordania muncul setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah melancarkan serangan terhadap dua pangkalan udara AS di Yordania. Serangan itu disebut sebagai aksi balasan atas gempuran militer AS ke Pulau Larak di wilayah selatan Iran.

IRGC menyatakan serangan dilakukan Pasukan Dirgantara dengan menggunakan rudal dan drone. Dua fasilitas yang menjadi sasaran ialah Pangkalan Udara King Hussein dan Azraq.

Menurut IRGC, serangan tersebut menghantam fasilitas teknis dan pemeliharaan serta area yang digunakan untuk menempatkan jet tempur. Pasukan Iran mengklaim serangan itu menimbulkan "kerusakan parah".

IRGC juga menegaskan akan meningkatkan respons apabila AS kembali melakukan serangan. Sebelumnya, Garda Revolusi menuduh Washington melakukan "aksi agresi" terhadap Pulau Larak yang disebut menyebabkan korban tewas dan luka.

Selain menyerang pangkalan AS di Yordania, Iran dilaporkan kembali melancarkan serangan ke kawasan Selat Hormuz. Media pemerintah Iran, Press TV, menyebut rudal ditembakkan ke arah kapal-kapal AS di kawasan tersebut, meski belum ada keterangan mengenai dampak serangan.

Baca Juga: Iran Balas Serang Pangkalan Udara AS di Yordania Usai Pulau Larak Dibom

Militer AS sebelumnya menggempur dua peluncur roket Iran di Pulau Larak pada Minggu (30/8). Serangan itu disebut menjadi operasi militer pertama Washington di wilayah Iran sejak pertempuran berhenti pada akhir Juli.

Seorang pejabat AS mengatakan kepada Axios bahwa operasi tersebut menyasar sistem yang diduga sedang dipersiapkan untuk meluncurkan roket pembawa ranjau laut di Selat Hormuz. Situasi ini membuat ketegangan kawasan kembali meningkat setelah konflik AS dan Iran sempat mereda.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy