Kredit Foto: Instagram @ampbpati
Ketua Dewan Direktur Great Institute, Syahganda Nainggolan, menilai salah satu alasan aksi demonstrasi pada 27 Agustus 2026 tidak sebesar tahun sebelumnya atau melempem adalah adanya intervensi aparat.
Ia menyinggung kasus rekening Bank Mandiri milik koordinator aksi warga Pati, Supriyono alias Mas Botok, yang sempat diblokir atas permintaan aparat.
"Kalau yang saya lihat di publik walaupun dia kontroversi itu soal pemeriksaan rekening Botok ini, Itu memang mengagetkan buat para donatur," ujar Syahganda dalam kanal YouTube Forum Keadilan TV, dikutip Senin (31/8).
Syahganda menjelaskan, berbeda dengan pola tahun 2025 yang menggunakan sistem modern lewat platform digital seperti TikTok, penggalangan dana kali ini masih dilakukan secara konvensional melalui rekening pribadi. Hal itu membuat para donatur ketakutan karena identitas mereka lebih mudah diketahui aparat.
"Ketika logistiknya dihancurkan kemungkinan mobilisasi dengan bus-bus, kan busnya mewah itu yang datang ya saya demonstran loh. itu pasti ada yang bayarinlah yang ngasih ini gitu loh. Enggak bisa nggak ada bohir gitu loh," tandasnya.
Sebagai informasi, Polda Metro Jaya menegaskan tindakan tersebut bukan pemblokiran permanen, melainkan penundaan transaksi selama lima hari kerja. Langkah ini dilakukan untuk mengklarifikasi legalitas penggalangan dana yang menggunakan rekening perorangan, bukan badan usaha resmi.
Baca Juga: Syahganda: Demo Pati Terhubung Kabinet Bayangan di Kendeng
Pembatasan transaksi berlangsung pada 21–22 Agustus 2026. Rekening tersebut menampung dana pribadi dan donasi masyarakat senilai Rp80,9 juta yang rencananya digunakan untuk biaya operasional dan sewa bus massa asal Pati ke Jakarta.
Pada Rabu, 26 Agustus 2026, sehari sebelum demo, dalam rapat bersama Komisi III DPR RI dan Polda Metro Jaya, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk resmi membuka kembali akses rekening tersebut. Pihak Bank Mandiri juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: