Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Apresiasi Mas Botok, Dedi Mulyadi: Aspirasi Tertib Bedakan Pejuang Bangsa dan Kelompok

Apresiasi Mas Botok, Dedi Mulyadi: Aspirasi Tertib Bedakan Pejuang Bangsa dan Kelompok Kredit Foto: Biro Adpim Setda Pemdaprov Jabar
Warta Ekonomi, Jakarta -

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan apresiasi kepada Supriyono alias Mas Botok dan Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Bersatu (AMPB) atas aksi demonstrasi di DPR RI, Kamis (27/8/2026), yang menuntut pengesahan RUU Perampasan Aset.

Menurut Dedi, aspirasi yang disampaikan secara tertib dan diakhiri dengan meninggalkan lokasi setelah diterima DPR menunjukkan perbedaan jelas antara kelompok yang berjuang demi kepentingan bangsa dengan pihak yang hanya mengedepankan kepentingan golongan.

“Kita bisa membedakan mana yang bekerja dengan hati demi kepentingan bangsa, mana yang bekerja demi kepentingan kelompok, golongan,” ujar Dedi, dikutp Senin (31/8).

Ia menegaskan kerusuhan di Jakarta harus dipisahkan dari aksi penyampaian aspirasi mengenai RUU Perampasan Aset yang dipelopori Mas Botok. Kerusuhan, kata Dedi, hanya menimbulkan rasa takut dan ketidaknyamanan yang berdampak pada kondisi ekonomi.

Dedi juga menyampaikan ucapan selamat bekerja kepada pimpinan DPR RI, Komisi III, serta seluruh anggota parlemen yang membahas regulasi tersebut. Namun, ia memberi catatan bahwa sejumlah pasal dalam RUU Perampasan Aset berpotensi disalahgunakan oleh oknum penyidik jika tidak dirumuskan dengan hati-hati.

Baca Juga: Rekening Botok Diperiksa, Syahganda Bongkar: Tak Mungkin Tanpa Bohir

Karena itu, ia berharap pembahasan hingga pengesahan nantinya benar-benar memastikan aturan tersebut digunakan sesuai tujuan utama: pemberantasan korupsi, bukan untuk kepentingan politik atau kelompok tertentu.

“Pada akhirnya setelah disahkan, RUU itu tidak disalahgunakan untuk kepentingan-kepentingan tertentu, tetapi murni untuk pemberantasan tindak pidana korupsi,” tandasnya.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya