Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Dedi Mulyadi: Kami Ingin Orang Sunda Tidak Mengedepankan Gengsi atau Gaya Hidup Lebih Dahulu

Dedi Mulyadi: Kami Ingin Orang Sunda Tidak Mengedepankan Gengsi atau Gaya Hidup Lebih Dahulu Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Warta Ekonomi, Jakarta -

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi menyampaikan pesan khusus kepada warga masyarakat daerahnya di tengah pembahasan mengenai kondisi ekonomi serta persaingan usaha di Jabar.

Dedi meminta masyarakat tidak menjadikan gengsi dan gaya hidup sebagai prioritas. Menurutnya, masyarakat harus lebih mengedepankan kerja keras serta kemampuan menciptakan manfaat bagi lingkungan.

Baca Juga: Soal Video Budi Arie, Mahfud MD: Kalau Harus Dikatakan, Ini Memang Sengaja oleh Timnya Pak Jokowi

"Kami ingin warga Kuningan atau orang Sunda tidak mengedepankan gengsi atau gaya hidup lebih dahulu. Warga Sunda harus rajin dan bisa memberikan manfaat bagi lingkungan," kata Dedi Mulyadi, dikutip Rabu (2/9/2026).

Pesan tersebut disampaikannya ketika menyoroti semakin berkurangnya pelaku usaha asal Kuningan, Jawa Barat.

Selama ini, warga daerah tersebut dikenal banyak merantau dan membuka usaha di berbagai kota. Jenis usaha yang dijalankan pun cukup beragam, mulai dari bubur kacang hijau, kopi, hingga mi instan. Namun, menurutnya, jumlah pelaku usaha tersebut kini tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya.

Salah satu tantangannya adalah persaingan dengan pedagang dari daerah lain. Dedi secara khusus menyinggung keberadaan warung Madura yang menurutnya menjadi salah satu pesaing pelaku usaha asal Kuningan di sejumlah daerah.

"Kini jumlah tidak banyak seperti tahun-tahun sebelumnya. Apalagi kondisi di setiap daerah atau di kota besar, pelaku usaha warga Kuningan ini dihadapkan dengan pesaingnya atau kita kenal dengan warung Madura," ujarnya.

Dedi menilai pemerintah perlu mengambil langkah agar masyarakat yang menjalankan usaha memiliki kemampuan untuk bertahan di tengah kompetisi.

Ia mengatakan persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan keberanian masyarakat untuk membuka usaha, tetapi juga kemampuan mengelolanya.

Baca Juga: Jokowi Sindir Pihak Suka Salah Gunakan Kekuasaan, PDIP: Sedang Menasihati Dirinya Sendiri?

"Jadi, warga Kuningan mayoritas di luar daerah sangat rajin dan senang berjualan. Namun, terjadinya penurunan jumlah pelaku usaha ini harus menjadi perhatian serius," katanya.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar