Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Tim Cook Turun Tahta, John Ternus Naik Jadi CEO Apple dengan Bayaran US$58 Juta

Tim Cook Turun Tahta, John Ternus Naik Jadi CEO Apple dengan Bayaran US$58 Juta Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

John Ternus resmi mengambil alih posisi CEO Apple dari Tim Cook. Berkarier selama 25 tahun di perusahaan tersebut, ia kini menerima target kompensasi hingga US$58 juta.

Ternus mulai menjabat sebagai CEO Apple pada Selasa (1/9/2026). Ia menggantikan Tim Cook yang telah memimpin perusahaan selama 15 tahun.

Meski tidak lagi menjadi CEO, Cook tetap berada di Apple. Ia kini menjabat sebagai Executive Chairman dan masih membantu perusahaan, termasuk dalam menjalin hubungan dengan para pembuat kebijakan di berbagai negara.

Profil John Ternus

John Ternus lahir pada Mei 1975. Ia merupakan lulusan Teknik Mesin dari University of Pennsylvania.

Sebelum bergabung dengan Apple, Ternus bekerja sebagai insinyur mekanik di Virtual Research Systems, perusahaan yang bergerak di bidang perangkat virtual reality.

Ternus bergabung dengan Apple pada 2001 sebagai bagian dari tim desain produk. Saat itu, Apple menjadi pekerjaan keduanya setelah ia lulus dari perguruan tinggi.

Kariernya di Apple terus berkembang. Pada 2013, ia dipercaya menjabat sebagai Vice President of Hardware Engineering. Delapan tahun kemudian, ia dipromosikan menjadi Senior Vice President of Hardware Engineering.

Dalam posisi tersebut, Ternus memimpin pengembangan perangkat keras untuk berbagai produk Apple, termasuk Mac, iPad, iPhone, AirPods, Apple Watch, dan Vision Pro.

Ia juga terlibat dalam sejumlah perubahan teknologi penting di Apple, termasuk transisi komputer Mac dari prosesor Intel ke chip buatan Apple sendiri, yakni Apple silicon.

Apple menyebut Ternus berperan besar dalam pengembangan teknologi, material, desain perangkat keras, serta peningkatan keandalan dan daya tahan produk perusahaan.

Perjalanan Karier di Apple

Melansir TechCrunch, salah satu proyek awal yang pernah dikerjakan Ternus berkaitan dengan Apple Cinema Display.

Dalam pidato wisuda di University of Pennsylvania pada 2024, ia menceritakan pengalamannya memeriksa komponen produk secara detail. Ia bahkan pernah menghitung jumlah alur pada kepala sekrup di fasilitas pemasok Apple.

Perhatian terhadap detail tersebut menjadi salah satu karakter yang melekat pada Ternus selama berkarier di Apple.

Tanggung jawabnya kemudian berkembang, dari mengawasi komponen produk hingga memimpin pengembangan berbagai perangkat yang menjadi sumber utama pendapatan Apple.

Setelah 25 tahun bekerja di perusahaan tersebut, Ternus kini mendapat tanggung jawab terbesar dalam kariernya, yakni memimpin Apple sebagai CEO.

Kekayaan John Ternus

Apple maupun Ternus belum mengungkapkan secara resmi nilai kekayaan bersihnya.

Namun, sejumlah media menyebut kekayaan bersih John Ternus berada di kisaran US$75 juta atau sekitar Rp1,2 triliun, dengan asumsi kurs Rp16.000 per dollar AS.

Angka tersebut merupakan estimasi, bukan data resmi yang dilaporkan oleh Ternus atau Apple. Kekayaannya diperkirakan berasal dari akumulasi gaji, penghargaan saham, dan kompensasi selama lebih dari dua dekade bekerja di Apple.

Kompensasi John Ternus sebagai CEO Apple

Untuk tahun fiskal 2027, Apple menetapkan target kompensasi Ternus sebesar US$58 juta atau sekitar Rp928 miliar.

Paket tersebut terdiri atas gaji pokok tahunan sebesar US$3 juta dan penghargaan saham tahunan dengan nilai target US$55 juta.

Namun, angka US$58 juta bukan berarti seluruhnya diterima Ternus dalam bentuk uang tunai. Sebagian besar kompensasinya berupa penghargaan saham yang nilainya bergantung pada mekanisme vesting dan kinerja perusahaan.

Sebanyak 75% penghargaan saham tersebut dikaitkan dengan kinerja Apple, terutama total pengembalian bagi pemegang saham dibandingkan perusahaan lain dalam indeks S&P 500.

Sementara itu, 25% sisanya berbasis waktu dan akan diberikan secara bertahap selama empat tahun.

Untuk sisa periode tahun fiskal 2026 setelah mulai menjabat pada 1 September, Ternus juga memperoleh penghargaan restricted stock unit atau RSU secara prorata dengan nilai target US$2,5 juta.

Berdasarkan laporan terbaru, Ternus memiliki sekitar 34.000 saham Apple yang disimpan dalam trust. Nilainya mencapai sekitar US$11,1 juta berdasarkan harga saham pada Selasa (1/9).

Ia juga memiliki sejumlah penghargaan saham dari masa jabatannya sebagai pimpinan divisi hardware engineering. Nilai akhirnya dapat berubah bergantung pada kinerja saham Apple dan persyaratan vesting.

Tantangan John Ternus sebagai CEO Apple

Ternus mengambil alih kepemimpinan Apple di tengah persaingan teknologi yang semakin ketat, terutama dalam pengembangan kecerdasan buatan atau AI.

Ia juga akan memimpin Apple menjelang peluncuran lini perangkat terbaru perusahaan serta pengembangan Siri yang lebih mengandalkan AI.

Dengan latar belakang sebagai insinyur dan pemimpin pengembangan produk, Ternus kini bertugas membawa Apple memasuki era baru setelah 15 tahun berada di bawah kepemimpinan Tim Cook.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Annisa Nurfitri

Tag Terkait: