Ratusan Santri Diduga Keracunan MBG, Pemerintah Sisir 18 Sekolah Lain Penerima 2.800 Porsi
Kredit Foto: Djati Waluyo
Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Badan Gizi Nasional (BGN) mulai menelusuri lembaga pendidikan lain yang menerima Makan Bergizi Gratis (MBG) dari SPPG Kalitengah, Sidoarjo. Langkah tersebut dilakukan setelah ratusan santri dan santriwati Pondok Pesantren Manba'ul Hikam diduga mengalami keracunan usai menyantap menu MBG.
Kepala Satgas MBG Jawa Timur yang juga Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan ada 19 lembaga pendidikan yang terdampak distribusi MBG dari SPPG Kalitengah. Dari jumlah tersebut, Ponpes Manba'ul Hikam menjadi salah satu lembaga yang mengalami dampak dugaan keracunan.
"Ada 19 lembaga yang terdampak. Ada 19 lembaga yang terdampak, salah satunya Ponpes Manba'ul Hikam," kata Emil, Rabu (2/9/2026).
Pemerintah kini tidak hanya memantau kondisi di Manba'ul Hikam, tetapi juga berencana mengecek penerima MBG lainnya. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kondisi siswa yang mengonsumsi makanan dari SPPG Kalitengah, termasuk mereka yang tidak masuk sekolah setelah distribusi makanan.
"Semua penerimanya ini kebetulan di satuan pendidikan. Ya, jadi karena di satuan pendidikan, untuk menelusuri siapa saja yang menerima, dan kalau dia enggak masuk harus kita cek kondisinya ke kediaman, itu lebih memungkinkan karena mereka semua dari sekolah," jelas Emil.
Skala penelusuran tersebut berkaitan dengan jumlah makanan yang telah dikirim SPPG Kalitengah pada hari kejadian. Emil mengungkapkan dapur tersebut mendistribusikan sekitar 2.800 porsi MBG kepada 19 lembaga pendidikan di wilayah Sidoarjo.
Dengan jumlah distribusi tersebut, pemerintah perlu memastikan apakah keluhan kesehatan juga muncul di lembaga lain yang menerima makanan dari dapur yang sama. Karena itu, pemantauan dilakukan terhadap seluruh penerima, bukan hanya terhadap santri di Ponpes Manba'ul Hikam.
Emil belum membeberkan satu per satu nama 19 lembaga pendidikan yang menerima MBG dari SPPG Kalitengah. Namun, ia memastikan penerima pada hari tersebut berasal dari jenjang pendidikan yang beragam, mulai dari TK hingga SMA.
Baca Juga: 80 Orang Keracunan MBG di Sidoarjo Masih Dirawat, 312 Dinyatakan Sembuh
"Ada SMA swasta, ada juga SMP, SD swasta juga ya. TK pun juga ada, tapi kebetulan enggak ada yang negeri, kebetulan swasta," ujarnya.
Sementara itu, operasional SPPG Kalitengah telah dihentikan sementara setelah muncul kasus dugaan keracunan tersebut. Pemerintah juga telah mengambil sampel makanan untuk dilakukan pemeriksaan di laboratorium guna menelusuri penyebab keluhan kesehatan yang dialami para penerima MBG.
Kasus ini bermula setelah ratusan santri dan santriwati Ponpes Manba'ul Hikam di Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, diduga mengalami keracunan pada Selasa (1/9/2026). Mereka mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap menu MBG yang berasal dari dapur SPPG Kalitengah.
Menu yang dikonsumsi para santri terdiri atas nasi putih, telur orak-arik, tempe bumbu Bali, tumis buncis baby corn, dan apel. Setelah kejadian tersebut, penanganan terhadap para santri dilakukan dan pemerintah mulai menelusuri kemungkinan dampak pada penerima MBG lainnya.
Dengan adanya 19 lembaga penerima dan 2.800 porsi yang didistribusikan, pemerintah kini menghadapi pekerjaan untuk memastikan kondisi seluruh penerima makanan dari SPPG Kalitengah. Hasil pemeriksaan dan uji laboratorium nantinya akan menjadi bagian penting dalam menentukan penyebab dugaan keracunan serta langkah lanjutan terhadap operasional dapur MBG tersebut.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama