Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Makin Gila! Israel Susun Rencana Usir Paksa Seluruh Warga Palestina dari Gaza

Makin Gila! Israel Susun Rencana Usir Paksa Seluruh Warga Palestina dari Gaza Kredit Foto: Reuters
Warta Ekonomi, Jakarta -

Rencana kontroversial terkait masa depan warga Palestina di Jalur Gaza kembali mencuat. Menteri Keamanan Nasional Israel dari kubu sayap kanan, Itamar Ben-Gvir, telah menyusun rencana untuk mengusir secara paksa warga Palestina dari Gaza dan memindahkan mereka ke luar negeri.

Ben-Gvir mengatakan rencananya menargetkan pemindahan 250.000 warga Palestina dari Gaza pada tahun pertama. Setelah itu, sekitar 2 juta penduduk yang tersisa akan dipindahkan selama enam tahun berikutnya.

“Itu realistis,” kata Ben-Gvir, seraya mengklaim ada negara-negara yang “siap” menerima warga Palestina dari Gaza, tanpa menyebutkan negara mana saja.

Usulan tersebut bukan sekadar wacana. Ben-Gvir mengatakan partainya, Jewish Power, akan menuntut pembentukan "sebuah kementerian yang bertanggung jawab atas emigrasi" dalam pemerintahan Israel berikutnya. Ia juga menegaskan rencana itu telah dipersiapkan dalam waktu panjang. 

Baca Juga: Diserang Trump Gara-gara Hijab, Gubernur New York: Saya Tak Akan...

Ben-Gvir menyebut rencana tersebut sebagai "hasil dari kerja selama satu setengah tahun dan bersifat konkret". Usulan itu dituangkan dalam dokumen setebal 20 halaman yang diberi judul “Rencana Kerja Nasional untuk Emigrasi Sukarela dari Jalur Gaza”.

Meski menggunakan istilah "sukarela", konsep tersebut menuai sorotan karena kondisi yang dihadapi warga Gaza. Pemindahan paksa warga sipil di wilayah pendudukan dianggap sebagai kejahatan perang berdasarkan Konvensi Jenewa.

Dalam konteks itu, penggunaan istilah "sukarela" dinilai tidak serta-merta menghilangkan unsur pemaksaan. Komunitas internasional dapat melihat pemindahan tersebut sebagai tindakan paksaan, terutama ketika penduduk Gaza berada dalam kondisi kemanusiaan yang sangat buruk dan terdapat niat eksplisit untuk mengurangi atau menyingkirkan penduduk Palestina dari wilayah tersebut.

Pernyataan Ben-Gvir pun datang tak lama setelah Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengungkap bahwa pemerintahnya tengah mencari persetujuan pemerintahan Trump untuk memindahkan warga Palestina dari Gaza.

Menurut Katz, rencana tersebut masih dalam pembahasan setelah sebelumnya "dibekukan" oleh Trump. Dalam konferensi yang diselenggarakan surat kabar Israel Yedioth Ahronoth, Katz mengatakan Israel akan memfasilitasi emigrasi "dengan segala cara", sebuah pernyataan yang menyiratkan adanya kebijakan pemaksaan.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali menegaskan bahwa pasukan Israel tidak akan meninggalkan wilayah Gaza yang telah didudukinya. 

“Kami tidak akan mundur. Kami akan tetap berada di garis ini. Kami menguasai 60% wilayah ini. Dan masih ada lagi yang akan kami kuasai, karena kami sedang melenyapkan teroris yang mengancam kami, kami melakukan ini setiap hari,” katanya.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri

Tag Terkait: